Dibalik Dua Sisi Mata Uang


Rp. 50.000Banyak diantara kita yang hanya sekadar menerima, bahwa mata uang yang kita gunakan memiliki dua sisi, baik itu uang koin atau pun uang kertas. Namun pernahkah terpikir mengapa mata uang tersebut harus memiliki dua sisi? Padahal dengan satu sisi saja bukannya sudah cukup, mungkin jika hanya dengan memiliki satu sisi, bukan tidak mungkin biaya produksi mata uang bisa lebih rendah. Namun kenyataannya dari dahulu mata uang telah memiliki dua sisi. Memang jika hanya ada satu sisi, kita sedikit repot untuk mengetahui berapa nominal uang tersebut, tapi bukannya membalik uang itu hal yang sangat mudah? jd masalah seperti ini tidak menjadi suatu permasalahan.

Saya ingin menulis menurut pandangan saya mengapa mata uang memiliki dua sisi. Tapi sebelumnya saya ingin menuliskan definisi dari uang itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga tahun 2005 halaman 1232, uang adalah:

  1. Alat tukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yang sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu.
  2. Harta, kekayaan

Berdasarkan defini tersebut, saya ingin menekankan pada definisi yang pertama terutama pada kata “alat tukar”. Pada definisi ini, uang memiliki fungsi sebagai alat tukar suatu benda jadi atau pun suatu jasa. Fungsi seperti ini merupakan fungsi yang menurut saya sangat powerful. Lho mengapa powerful??? ya berarti apa saja bisa ditukar dengan uang bukan.. hehehe…

Rp.100.000Kembali ke masalah yang ingin saya bahas disini, dua sisi mata uang, seperti yang telah saya tuliskan, fungsi dari uang sebagai alat tukar membuat uang ini mengendalikan sang pemiliknya dan menghantarkannya ke dua pilihan. Dua pilihan ini sesuai dengan dua sisi uang tersebut. Dua pilihan tersebut yaitu, uang sebagai pengantar sang pemilik menuju kekebaikan atau sebaliknya. Jadi ternyata dua sisi uang itu menggambarkan dua pilihan yang harus dipilih oleh sang pemilik uang tersebut, apakah cahaya atau bayangan.

Bayangan = Kegelapan, hal-hal buruk lah..😀, dengan uang sangat mudah tuk melakukan hal-hal seperti ini, misal membayar orang tuk melakukan “eksekusi”, hura-hura, mabuk-mabuk, dll.. gampang bukan n menyenangkan..😀 tapi hasilnya ….

Cahaya = Terang, yanga pastinya lawannya kegelapan itu, dengan uang juga kita dengan mudahnya melakukan kebaikan-kebaikan apalagi sekarang di Indonesia lagi banyak terjadi musibah, disitulah lahan tuk melakukan ibadah dengan uang yang dimiliki. Mungkin ada sebagian orang bilang, untuk ibadah kita ga perlu pake uang cukup.. bla..bla..bla.. hehehe.. memang hal itu tidak salah namun dengan memiliki uang ibadah kita menjadi semakin “T-O-P”.. Besar-kecil nominal sifatnya relatif namun semakin besar yang digunakan untuk ibadah, semakin besar semakin baik bukan? Pengorbanan harta untuk ibadah memang tidak mudah karena selalu saja berbentrokan dengan kepentingan dunia, misal makan, pekerjaan, kebutuhan ini-itu, dll.. tp itulah nilai ibadahnya, karena kita harus memilih antara kebutuhan dunia dan akhirat yang akan kita jalani.

Sekarang kembali ke diri kita masing-masing saja, dengan adanya dua sisi mata uang, sisi mana yang kita pilih.

One thought on “Dibalik Dua Sisi Mata Uang

Komentar ditutup.