Kampanye “Hijau”, Sebatas Slogan Atau Aksi Nyata?


3RSetelah lama tidak nge-blog, akhirnya sekarang nge-blog lagi. Kemaren internet saya sedang ada masalah selama skitar satu minggu, trus dilanjut dengan ada saja kesibukan urus ini-itu padahal tidak terlalu penting.. hahaha.. dan terakhir kondisi badan saya yang kurang baik.. hehehe.. sekarang juga saya masih belum sembuh tapi kangen juga nge-blog, jadi ya sudah paksain aja dikit.. hehehe…😀

Pada tulisan saya kali ini ingin membahas masalah yang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan baik secara organisasi ataupun perorangan, yups sesuai judul, hal itu adalah Kampanye Hijau. sudah banyak yang tahulah apa Kampanye Hijau itu, intinya adalah respon dalam mencegah pemanasan global (global warming) yang sedang terjadi di dunia saat ini.

Kampanye hijau, tahukah kalian sebenarnya saat ini tuk baru mengkampanyekan gerakan hijau ini sudah sangat telat? Yups benar (menurut saya) kampanye hijau baru dilaksanakan sekarang sudah sangat telat, kenapa? karena proses pemanasan global bukanlah suatu yang terjadi karena peristiwa satu-dua hari, namun hasil dari sebuah proses yang terjadi selama bertahun-tahun. Dan tahukah kalian bahwa isu global warming sudah ada semenjak sekitar 10 tahun yang lalu? Mungkin hanya segelintir orang saja yang tahu, sebagai bukti cobalah kalian cari-cari majalah Intisari (bukan maksud promosi ya) terbitan skitar tahun 1997-1998 atau mungkin tahun tebih tua lagi (< 1996), disana ada artikel-artikel tentang pemanasan global dll.

Kembali kepembahasan saya, seperti yang saya bilang di atas, kampanye hijau ini sudah telat karena sekarang bukan lagi saatnya mengembargemborkan “mari kita tanama 1000 pohon, mari kita lakukan reduce, reuse, recycle”, tapi seharusnya sekarang melakukan aksi yang benar-benar nyata, bukan hanya sekedar ajakan. Kalau secara extrem-nya, klo ada orang yang tidak melakukan aksi hijau dan merusak lingkungan, dikenakan hukuman paling berat yaitu hukuman mati (itu klo secara extrem-nya ya, bukannya saya mengajak tuk membunuh lho). Saya berpendapat seperti ini karena dalam keadaan dunia yang seperti sekarang (cuaca tidak menentu, suhu udara sanagt panas dll.) jika hanya segelintir orang yang beraksi, tidak akan ada hasilnya. Sependapatkah kalian dengan saya?

Saya juga sadari mengapa di luar sana banyak orang yang masih enggan tuk melakukan perbaikan lingkungan. Menurut saya mereka belum berpartisipasi dalam perbaikan lingkungan karena alasan untuk gerakan ini sangatlah klise. Mengapa klise??? Banyak dari mereka itu tidak merasakan dampaknya secara langsung jadi selama mereka merasa “nyaman” buat apa bertindak. Karena itulah saya mo sedikit share sedikit tips supaya kita bisa bersama-sama bisa memperbaiki lingkungan.

1. Gunakanlah sepeda atau berjalan kaki, bukan karena gas buangannya bisa mencemari udara, karena mereka yang ada di dalam mobil tidak akan merasakan gas buangan itu, kan di dalam mobil enak dingin ada AC-nya. Jadi lakukanlah hal ini karena kalian tuh kurang olah raga, klo jarang olah raga, hidup klian makin pendek bisa cpt terserang penyakit, jadi bersepedalah atau jalan kaki, sekalian pergi ke tempat tujuan, sekalian olah raga..😀

2. Tanamlah pohon dihalaman rumah, lho ini bukan untuk mengurangi CO2 lho tp ini karena untuk menghemat uang. Tanamlah tanaman berbuah sehingga kita tidak perlu beli buah lagi untuk kebutuhan vitamin keluarga, tinggal petik di halaman dan kalian bisa menikmati buah tanpa membelinya.

3. Pisahkan sampah organik dan non-organik, repot ya? ah tidak juga.. malahan ini bisa menghemat uang kita juga. Kita kan tadi sudah menanam pohon, nah supaya buahnya bagus kita harus merawat dan memberi pupuk bukan? karena itulah dari pada beli-beli pupuk, pakai saja sampah-sampah organik sebagai pupuknya, hemat bukan. Dan saya jamin klo tempat sampah kalian isinya hanya samaph non-organik (dan tidak basah), pemulung pasti akan senang memungutnya karena sampah-sampah itulah yang mereka cari, sampah-sampah yang bisa merka jual seperti kertas-kertas atau gelas/botol minuman mineral.

Jadi bagaimana? gampangkan tuk memperbaiki lingkungan? dan pastinya kita lebih diuntungkan karena berdampak langsung pada diri kita bukan hal-hal yang klise lagi yang jadi alasan..😉 Dan ini adalah aksi nyata.!!!