100 Tahun Khilafat Ahmadiyah


100 Tahun Khilafat Ahmadiyah“Love for All, Hatred for None” itulah tag line dari Jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia yang tepat pada tanggal 27 Mei 2008 memperingati hari berdirinya Khilafat Ahmadiyah yang ke 100 tahun. 100 tahun yang lalu ( 27 Mei 1908 ) merupakan hari dimana diangkatnya Khalifah Jemaat Ahmadiyah pertama kali dan menandakan awal berdirinya Khilafat Ahmadiyah. Khalifah yang pertama terpilih adalah Hadhrat Hakim Maulana Nur-ud-Din, kemudian dilanjutkan oleh Hadhrat Alhaj Mirza Bashir-ud-Din Mahmood Ahmad sebagai Khalifah kedua, lalu Khalifah selanjutnya Hadhrat Hafiz Mirza Nasir Ahmad, Khalifah yang keempat Hadhrat Mirza Tahir Ahmad, dan sekarang sampai ke Khalifah yang kelima, yaitu Hadhrat Mirza Masroor Ahmad.

Ahmadiyah merupakan organisasi Islam satu-satunya di dunia yang telah menjalankan sistem Khilafat di dalamnya. Organisasi yang didirikan pada tahun 1889 oleh Hadrat Mirza Ghulam Ahmad yang merupakan Imam akhir zaman yang dijanjikan, Imam Mahdi yang turun pada akhir zaman. Tujuan Jemaat Ahmadiyah ini hanya satu yaitu mengangkat kembali nilai-nilai Islam asli yang telah banyak terinteferensi oleh kebudayaan-kebudyaan di dunia. Sebagai organisasi religi, Ahmadiyah sama sekali tidak bermain di dunia politik karena dunia politik merupakan hal keduniaan, namun bagi Ahmadi (sebutan bagi anggota Ahmadiyah) tidak ada larangan sebagai pribadi untuk menggeluti dunia politik selama tidak membawa bendera Jemaat Ahmadiyah. Hingga saat ini Jemaat Ahmadiyah ini telah berkembang di 190 negara di seluruh dunia. Bukti kongkrit yang telah dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah dalam penyebaran agama Islam di seluruh dunia yaitu dengan menterjemahkan kitab suci Al-Quran kedalam berbagai bahasa di dunia, bahkan sampai menterjemahkan ke berbagai bahasa daerah di Indonesia. Dan juga Ahmadiyah telah memiliki sebuah stasiun televisi internasional yang bernama Muslim Television Ahmadiyya (MTA) yang mengudara sejak awal 1990-an . Stasiun televisi ini berisikan khutbah-khutbah dan kegiatan Jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia guna menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia dan perlu diketahui juga stasiun televisi ini mengudara selama 24/7 tanpa ada iklan.

Kembali ke peringatan 100 tahun Khilafat Ahmadiyah, 27 Mei 2008 sekitar pukul 12:00 GMT atau skitar pukul 7 malam waktu bagian barat waktu Indnesia, Khalifah kelima Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad a.t.b.a, menyampaikan pesan yang dapat di-download disini (dalam bahasa Inggris). Inti dari pesan tersebut adalah kepada seluruh Ahmadi di dunia untuk tetap menjaga keimanannya sebesar apa pun cobaan yang menghadang dan menggoyang keimanan para Ahmadi, dan bagaimana pun juga Jemaat Ahmadiyah ini adalah jemaat dari Alaah Ta’ala sehingga apa pun yang terjadi, Allah Ta’ala akan terus selalu menjaganya. Pesan tersebut disampaikan secara langsung pada dari Gedung EXCEL Center, London, Inggris, melalui MTA ke seluruh dunia.

Cobaan yang sedang terjadi khususnya di negara Indonesia, merupakan sebuah ujian bagi keimanan Ahmadi. Karena perbedaan tafsir dan kurangnya pemahaman pada Al-Quran, maka oknum-oknum yang mengatas namakan Islam melakukan penyerangan secara brutal, padahal Islam sendiri tidak pernah mengajarkan hal-hal seperti itu, karena Islam adalah rahmat bagi seluruh alam yang artinya dimana Islam itu ada, lingkungan disekitarnya akan terasa kedamaian dan ketentraman bagi siapa pun tidak memandang suku, bangsa, agama, golongan, gender, bahkan benda apa pun itu akan merasakan sejuknya perdamaian.

Mungkin setelah baca tulisan ini, ada beberapa orang yang akan mengatakan sesat, namun perlu disadari bahwa sesatnya seseorang bukan manusialah yang menentukan karena pengetahuan manusia itu sangatlah terbatas dan hal yang berkaitan dengan kesesatan seseorang / golongan hanyalah Allah Ta’ala yang mengetahuinya. Dan perlu dipahami pula arus mainstream tidaklah selalu benar, jika memahami kisah para nabi terdahulu hingga masa Nabi Besar Muhammad s.a.w., para Nabi dan Sahabat pada awalnya merupakan golongan minoritas dan Mereka selalu mendapat tekanan, hinaan, caci dan makian, dan sebagainya, namun Mereka tetap teguh atas keimanan Mereka hingga akhirnya mencapai kemenangan. Karna itulah kembalikanlah segala sesuatunya kepada Al-Quran dan Hadist, bukan kepada hasil kesepakatan sekumpulan manusia.

100 Tahun Khilafat Ahmadiyah ( 1908 ~ 2008 )

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi, Al-Masih

Hadhrat Hakim Maulana Nur-ud-Din, Khalifatul Masih IHadhrat Alhaj Mirza Bashir-ud-Din Mahmood Ahmad, Khalifatul Masih IIHadhrat Hafiz Mirza Nasir Ahmad, Khalifatul Masih III
Hadhrat Mirza Tahir Ahmad, Khalifatul Masih IVHadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V

Liwa-e-Ahmadiyyat (Bendera Ahmadiyah)

link:
Website Ahmadiyah
Website MTA
– Ahmadiyah di Wikipedia: Bahasa Inggris | Bahasa Indonesia

16 thoughts on “100 Tahun Khilafat Ahmadiyah

  1. alaikum
    Saya bukan lulusan pesantren dan saya hanya ingin megetahui pemahaman anda tentang hal yang saya tanyakan berikut:
    dalam islam memang tidak diperkenankan mengkafirkan orang lain, tetapi mengaku sebagi nabi atau imam mahdi yang merupakan ketetapan yang disembunyikan oleh Allah sudah jelas menjadi kafir dengan sendirinya. Anda mengakui mirza sebagai nabi atau imam mahdi, maka anda lebih mencoreng islam. anda telah menyakiti Rasulullah dan Allah SWT. Islam adalah agama yang telah sempurna, tidak perlu disempurnakan lagi. OK anda menganggap Mirza sebagai Imam Mahdi atau messiah, Janji Allah akan turunnya messiah disaat kiamat menjelang, tatapi wakru Mirza diklaim sebagai messiah sudah terjadi lebih dari 100 tahun dan menurut saya seharusnya klaim ahamadiah bahwa mirza adalah imam mahdi ikut gugur.
    Allah mempertegas bahwa diakhir jaman akan banyak nabi palsu berseliweran dimuka bumi dan menurut saya mirza adalah salahsatunya.
    Wallahualam
    alaikum

    1. Ahmadiyah atau Al-Qadiyaniyah adalah aliran keagamaan yang dibidani oleh penjajah Inggris bertujuan agar umat Islam tidak melakukan jihad menentang koloni terhadap Inggris. Didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di India pada tahun 1889M/ 1309 H. Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiani (1835 -1908) mengaku sebagai al-masih, al-mahdi dan nabi akhir zaman setelah nabi Muhammad saw., dia juga mengaku mendapatkan wahyu yang disampaikan oleh malaikat Jibril, bahkan mengaku Allah berbicara langsung dengannya. Kumpulan wahyunya termuat dalam kitab Tadzkirah. Para pengikutnya mensejajarkan imamnya dengan nabi Daud as, Musa as, Isa as dan Muhammad saw.

      Tadzkirah adalah kitab suci Ahmadiyah isinya penuh dengan kebohongan dan kedustaan. Sebagian besarnya berupa pembajakan dan pemalsuan dari Al-Qur’an. Di antara kedustaan dan pemalsuan isi kitab tadzkirah antara lain:
      ”Wahai Ahmad semoga Allah memberkahimu, bukanlah engkau yang melempar, ketika engkau melempar, tetapi Allahlah yang melempar” (Tadzkirah hal 43)
      Ayat Tadzkirah diatas adalah bajakan dari Al-Qur’an surat Al-Anfal 17. Dalam kitab Tadzkirah yang lain Mirza Ghulam berkata: “Sesungguhnya Allah telah menurunkan wahyu kepadaku bahwa setiap orang yang tidak mengikutimu dan tidak bai’at kepadamu, maka ia durhaka kepada Allah dan termasuk ahli Jahannam” (Tadzkirah, hal : 342)
      “Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya (Mirza Ghulam Ahmad) dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama semuanya” (Haqiqatul Wahyi hal 71).
      Ayat Tadzkirah diatas adalah bajakan dari Al-Qur’an surat As-Shaff 9. Ayat tersebut diakui oleh Mirza Ghulam Ahmad sebagai wahyu yang dia terima dari Allah Ta’ala. Rasul-Nya diakui sebagai Mirza Ghulam Ahmad yang telah diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul dari India, dan agama yang benar diakuinya sebagai agama Ahmadiyah.
      Demikianlah kitab suci Ahmadiyah berisi penuh dengan kedustaan atas nama agama, atas nama Allah dan atas nama wahyu.
      Dr. Muhammad Iqbal seorang penyair terkenal dari India dan satu kota dengan Mirza Ghulam Ahmad mengatakan,” Qadianisme adalah satu organisasi yang berusaha untuk menciptakan golongan baru berdasarkan kenabian untuk menyaingi kenabian Muhammad saw.” Dalam pernyataan lain beliau mengatakan,” Sesungguhnya Qadianisme (Ahmadiyah) lebih berbahaya bagi kehidupan masyarakat Islam di Hindia dibandingkan dengan aliran Spinoza seorang filsuf Yahudi yang membrontak dengan peraturan-peraturan Yahudi” (Gerakan Perusak Qadianisme Abul Hasan An-Nadawi, Abul A’la Maududi dan Muhammad Khudr Hussein hal 25-26 diterbitkan Rabithah alam Islami )
      Ahmadiyah masuk ke Indonesia pada tahun 1935. kelompok pengikut Ahmadiyah Indonesia tergabung dalam wadah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang berpusat di Parung Bogor Jawa Barat dan memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia.

      Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah

      Diantara pokok-pokok ajaran Ahmadiyah adalah:
      1. Ahmadiyah meyakini bahwa kenabian dan kerasulan tidak berakhir pada nabi Muhammad saw, tetapi masih tetap berlangsung. Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya al-masih, al-mahdi, nabi dan rasul utusan Allah setelah nabi Muhammad saw.
      2. Mirza mengaku bahwa Jibril as turun kepadanya dan menyampaikan wahyu dan ilham dari Allah dan kumpulan wahyunya ditulis dalam kitab tadzkirah.
      3. Ahmadiyah menyakini bahwa kitab Tadzkirah sama sucinya dengan kitab al-Qur’an
      4. Ahmadiyah memiliki tempat suci sendiri yaitu di Qadian India.
      5. Mirza Ghulam Ahmad menyakini bahwa ajarannya yang benar, bagi mereka yang tidak masuk Ahmadiyah maka mereka adalah sesat dan akan masuk neraka Jahannam.
      6. Para pengikut Ahmadiyah tidak melakukan sholat bersama umat Islam lain. Wanita Ahmadiyah dilarang menikah dengan lelaki muslim non Ahmadiyah sedangkan lelakinya boleh menikah dengan muslimah.

      Berdasarkan keyakinan dan kepercayaan tersebut :
      1. Bahwa Ahmadiyah telah menodai kesucian agama Islam, menodai kesucian Al-Qur’an dan menodai nabi Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul terakhir.
      2. Bahwa Ahmadiyah adalah aliran yang sesat dan keluar dari agama Islam. Orang-orang Ahmadiyah yang tidak mau bertaubat dan kembali pada ajaran Islam setelah disampaikan kepada mereka penjelasan tentang kesesatan aqidahnya dan ajakan untuk kembali kepada aqidah dan Dinul Islam, maka mereka murtad atau keluar dari ajaran Islam, sehingga statusnya bukan sebagai pemeluk Islam (sebagai non-muslim) yang diperlakukan seperti kaum musyrikin bukan sebagai ahlul kitab.
      3. Di antara akibat hukum dari kemurtadan penganut Ahmadiyah:
      Tidak halal menikahi wanita Ahmadiyah• Tidak halal menikahkan wanita muslimah dengan pria Ahmadiyah. Tidak halal memakan binatang sembelihan penganut Ahmadiyah. Orang yang mati sebagai penganut Ahmadiyah tidak dirawat sebagaimana mayat muslim, tidak disholatkan dan tidak dikuburkan di areal pemakaman kaum muslimin

    2. sebaiknya anda menenangkanhatianda terdahuluuntukmengetahuilebihdalam tentang ahmadiyah, hendaknya mengosongkan hatidantidakcendertung untuk mengklaim sesuatu yangkita tidak tau pasti tentang masahitu.

  2. terima kasih atas tanggapannya.. saya berusaha tuk tidak panjang lebar memberi tanggapannya. memang benar mengaku menjadi nabi / rasul itu tidak serta merta. namun masalah kenabian Hz. Mirza Ghulam Ahmad, saya mohon anda cari tahu bagaimana seorang Mirza Ghulam Ahmad bisa menda’wakan diri menjadi seorang Imam Mahdi, anda bisa bertanya langsung kepada mubaligh2 Ahmadiyah bagaimana Hz. Mirza Ghulam Ahmad menda’wakan diri. Dan anda juga harus tahu isu2 yg berkembang mengenai Ahmadiyah 100% fitnah.

    Islam memang telah sempurna dan Hz. Mirza Ghulam Ahmad tidak menyempurnakannya namun Beliau mengembalikan ajaran2 Islam seperti apa yang telah diaajarkan oleh Yang Mulia Baginda Rasulullah Muhammad saw. Karena semakin kesini nilai2 Islam yang mulia semaki luntur, contohnya banyak umat Islam yang masih percaya dukun, memberi sesajen pada pohon2 yang katanya kramat padahal hal2 tersebut tidak diajarkan dalam Islam, karena interferensi itulah diturukan kembali Imam Akhir zaman, Imam Mahdi. Jadi seandainya anda Imam Mahdi turun ketika kiamat apa yg akan belau lakukan? karena bumi telah musnah. dan perlu diketahui juga seorang Nabi diturunkan kepada umat, jika telah kiamat kepada umat mana Imam Mahdi diturunkan?

    Contoh sekarang akhir zaman adalah, sekarang kita bisa lihat sendiri Ayat-Ayat Al-Quran di perjualkan dengan murah, coba anda naik bis kotam disana jika anda beruntung akan menemui pengemis yang menggunakan Ayat-Ayat Al-Quran untuk meminta-minta. Dan setahu saya mengemis adalah salah satu hal yang tidak disukai Yang Mulia Baginda Rasulullah Muhammad saw. Silahkan anda sendiri renungkan apakah sekarang ini akhir zaman ato bukan berdasarkan ciri2 akhir zaman yang ada di dalam Kitab Suci Al-Quran.

    sekarang keputusan ditangan anda, saya ga maksa anda tuk percaya apa yang saya tuliskan..

  3. Ass. wr. wb.

    Tanggapan utk sdr apit, perlu dijelaskan bhw bukan kami yang mengaku Hz. Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, tapi beliau sendiri yg menyatakan bhw beliau adalah Nabi, dan kami percaya kepada pernyataan beliau tsb. Kami tdk rugi, krn kalau beliau adalah nabi palsu, kata Al Quran beliau sendirilah yg menanggung dosanya, kami tidak. Tapi kalau beliau benar (bukan palsu) ancaman hukuman yg diberikan oleh Allah kepada yg tdk mempercayai seorang nabi, akan diberlakukan (lihat Q.S. Al Mu’min ayat 29)! Kalau anda tdk punya Quran, pinjamlah! Sekalian cari pernyataan anda “Allah mempertegas bahwa diakhir jaman akan banyak nabi palsu berseliweran dimuka bumi dan menurut saya mirza adalah salahsatunya”, bisa dibaca dlm surah apa ayat berapa, saya penasaran krn belum pernah membacanya dlm Al Quran.

    Saya pun bukan keluaran pesantren, justru setelah bergabung dgn Ahmadiyahlah saya mulai mau mempelajari Al Quran Suci.

    Wassalam.

    1. Alhamdulillah, anda sudah mempelajari Al Qur’an berarti anda Islam bukan Ahmadiyah, karena Ahmadiyah bukan Agama Islam karena Nabi Muhammad SAW bukan Nabi terakhir dari jemaat Ahmadiyah otomatis Al Qur’an bukan kitab suci Ahmadiyah, tapi Kitab Ahmadiyah sendiri, itu yang sesungguhnya dan harus dipahami.Syahadat bukan kepada Nabi Muhammad SAW., Jadi kesimpulannya Mirza GA bukan Nabi,tapi pendiri dan pemimpin Agama Ahmadiyah.
      Ahmadiyah mengaku-ngaku Islam dengan menggunakan Al Qur’an untuk memurtadkan umat Islam itu yang menyebabkan Indonesia sangat tersinggung. kalau mau silahkan memurtadkan yang non islam jangan sudah Islam dimurtadkan masuk ajaran Agama Ahmadiyah.
      Tujuannya jelas Ahmadiyah merancukan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi Terakhir, menyesatkan kaum muslim, seharusnya kalo Ahmadiyah agama Islam syahadatnya tetap Nabi Muhammad SAW bukan Mirza Ghulam Ahmad. Mirza Ghulam Ahmad sebagai Imam bukan Nabi. Itu lebih Jelas.
      So jangan menghancurkan Aqidah Islam..Itu yang membuat Indonesia tersinggung..

      1. saya ga akan membahas panjang lebar…
        namun coba perhatikan.. tidak ada Ahmadi yang mengatakan kitab sucinya selain Al-Quran dan memiliki syahadat yang berbeda (malahan yang saya dengar banyak muslim bukan Ahmadi yang menambahkan syahadat dengan akhiran “la nabiya ba’da” padahal setau saya hal itu tidak pernah ada, klo ada tolong tunjukan rujukannya)

        dan perlu juga di pahami, jangan jadi umat dengan keimanan “katanya” yang hanya dengar dari sana sini tanpa membuktikan dari sumber aslinya… karena itu silahkan berdiskusi dengan para mubaligh Ahmadiyah dengan landasan Al-Quran sebagai sumber kebenaran yang hakiki.

  4. Assalamualaikum wr.wb.

    Imam Mahdi sudah datang………..!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Wa salamu ‘ala anittaba al-Huda

    1. Bagaimanapun hinaan dari siapapun kepada jema’at Ahmadiyah, Kami tidak akan pernah ada benci, Sesungguhnya mereka tidak mengerti dengan semua ini, renungkan dan coba pelajari dari sumber” kami. Wassalam

  5. Beruntunglah Kami Yang sudah menjadi orang Ahmadiyah dari lahir dan juga yang telah masuk Ahmadiyah🙂. lebih baik

  6. Om, tolong bilang ke dedengkot ahmadiyah… Bikin agama baru aja kalau ente pade punya nabi baru… jangan namain islam
    diatas kalian membawakan dalil quran, kenapa di satu sisi kalian tidak melihat dalil ini.
    Q.S. Al Ahzab (33) ayat 40:

    مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

    Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu…

    Jika kalian bilang Islam tidak mengajarkan kekerasan, itu bersifat umum. jika ada orang yang mengaku nabi setelah Nabi Muhammad, ini baru khusus yang sudah ada contohnya :
    di zaman sahabat Abu Bakar rodiyalloohu ‘anhu, mereka memerangi musailamah al-kadzdzaab yang mengaku sebagai nabi.

    Saya sedih mendengar teman saya ikut memperingati hari khilafat..😥
    Bertaubatlah, selagi hayat dikandung badan…

    walloohu a’lam bisshowaab

    1. terima kasih sdr maul atas komentarnya, namun mari sama-sama telaah kembali Asbabun Nuzul dari Q.S. Al Ahzab (33) ayat 40.

      lalu berikut syarat Baiat Jemaat Ahmadiyah yang saya kutip dari http://muslimahmadi.blogspot.com/2009/05/syarat-syarat-baiat-ke-dalam-jemaat.html

      1. Di masa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur senantiasa akan menjauhi syirik.

      2. Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasiq, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak serta tidak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya.

      3. Akan senantiasa mendirikan salat lima waktu semata-mata karena mengikuti perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dan dengan sekuat tenaga akan senantiasa mendirikan shalat Tahajud, dan mengirim selawat kepada Junjungannya Yang Mulia Rasulullah saw. dan memohon ampun dari kesalahan dan mohon perlindungan dari dosa/kelemahan-manusiawi; akan ingat setiap saat kepada nikmat-nikmat Allah, lalu mensyukurinya dengan hati tulus, serta memuji dan menjunjung-Nya dengan hati yang penuh kecintaan.

      4. Tidak akan mendatangkan kesusahan apa pun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah umumnya dan kaum Muslimin khususnya karena dorongan hawa nafsunya, biar dengan lisan atau dengan tangan atau dengan cara apa pun juga.

      5. Akan tetap setia terhadap Allah Ta’ala baik dalam segala keadaan susah ataupun senang, dalam duka atau suka, nikmat atau musibah; pendeknya, akan rela atas keputusan Allah Ta’ala. Dan senantiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di jalan Allah. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Ta’ala ketika ditimpa suatu musibah, bahkan akan terus melangkah ke muka.

      6. Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu, dan benar-benar akan menjunjung tinggi perintah Al-Qur’an Suci di atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya itu akan menjadi pedoman baginya dalam tiap langkahnya.

      7. Meninggalkan takabur, sombong; akan hidup dengan merendahkan diri, beradat lemah-lembut, berbudi pekerti yang halus, dan sopan-santun.

      8. Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai Islam lebih dari pada jiwanya, hatanya, anak-ananknya, dan dari segala yang dicintainya.

      9. Akan selamanya menaruh belas kasih terhadap makhluk Allah umumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepadanya.

      10. Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini “Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud” semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal makruf (segala hal yang baik) dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya, dan menjunjung tinggi ikatan perjanjian ini melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan ataupun ikatan kerja.[]

      Diterjemahkan dari “ISYTIHAR TAKMIL TABLIGH”

      tidak perlu bertinggi hati menyatakan “Saya yang Islam yang lain BUKAN!!” karena hanya Allah SWT Dzat Yang Maha Mengetahui segala kebenaran.

Komentar ditutup.