Pahlawan….


Tinggal beberapa jam lagi Indonesia memperingati hari pahlawan, tanggal 10 November tepatnya. Namun sebenarnya apa sih pahlawan itu?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke III cetakan ke-3 tahun 2005, pada halaman 811, pahlawan diartikan sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Jadi berdasarkan arti tersebut, siapa saja bisa saja jadi pahlawan asalkan membela kebenaran. Hmm.. saya sendiri jadi agak bingung, karena apakah kebenaran itu bernilai mutlak atau malahan kebenaran itu subjektif? Soalnya pada kenyataannya banyak yang menjadikan kebenaran itu tergantung siapa yang mengucapkannya dan kalo gitu sangat subjektif kan?? Saya coba cari lagi dalam kamus yang sama dan pada halaman 130 saya temukan. Kebenaran adalah Keadaan (hal dan sebagainya) yang cocok dengan keadaan (hal) yang sesungguhnya, atau suatu yang sungguh-sungguh (benar-benar) ada. Jadi kebenaran itu mutlak nilainya..

Namun akhir-akhir ini menurut pendapat saya, media telah membangun suatu image yang salah. Mungkin seluruh dunia telah mengetahuinya mengenai trio bomber bom bali I yang tadi pagi (9 November 2008 jam 00:15) di eksekusi mati dengan ditembak. Saya melihat karena pemberitaan yang berlebihan di media maka seakan-akan trio terroris yang telah terbukti dalam pengadilan sebagai pembunuh ratusan nyawa manusia, menjadikan trio bomber itu seperti artis dan layaknya pahlawan. Padahal jelas-jelas mereka adalah teroris dan dihukum mati karena kejahatannya. Berbagai sebutan baik diberikan padanya padahal menurut saya sebutan yang pantas hanya pembunuh dan teroris. Membuat teroris seakan-akan terlihat sebagai pahlawan suatu kesalahan besar, jika dilihat dari artinya saja sudah salah. Jadi jangan pernah jadikan teroris itu menjadi pahlawan.

Kembali ke masalah pahlawan.. mungkin juga kita menjadikan seseorang, entah itu orang tua, sodara, atau bahkan teman sepermainan kita mejadi pahlawan diri kita. Dan banyak hal yang menyebabkan itu. Tidak ada salahnya hal itu dilakukan selama memang benar mereka (yang kita jadikan pahlawan) membela suatu keyakinan yang memang benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Lalu setelah kita mempahlawankan orang lain, saya ingin bertanya, pernahkah kalian membayangkan menjadi pahlawan??? pahlawan dalam bentuk apa pun itu….

Menjadi Pahlawan
Bisa aneh bisa juga tidak jika ingin menjadi pahlawan tergantung siapa yang menyebutnya, klo saya pribadi itu hal yang sangat bagus,dan saya sangat anjurkan kita semua menjadi pahlawan. Jadi pahlawan itu ga perlu memakai kostum, memakai topeng, memegang senjata dan lain sebagainya. Karena menjadi pahlawan bisa dimulai dari menjadi pahlawan untuk diri sendiri. Lho koq jadi pahlawan tuk diri sendiri??? hehehehe… ya itulah hal paling mudah tapi ga gampang juga.

Kalo saya boleh beri pandangan, seseorang tidak akan bisa menjadi pahlawan bagi orang lain apa bila belum bisa jadi pahlawan bagi dirinya sendiri. Misal dianalogikan dalam peperangan, gimana mo menyelamatkan orang lain, padahal dianya sendiri aja sudah mati tertembak. Lalu pertanyaan yang mungkin timbul dipikiran kita adalah, bagaimana caranya jadi pahlawan bagi diri sendiri???

Untuk menjadi pahlawan bagi diri sendiri, bisa mudah maupun susah tergantung sejauhmana kita mengenal diri kita sendiri. Jika kita sudah mengenal diri kita dan sudah tau potensi yang ada didalam diri kita, untuk menjadi pahlawan bagi diri sendiri sangatlah mudah. Cuma ada beberapa syaratnya, yaitu: Jangan pernah membohongi diri sendiri, jangan pernah remehkan kemampuan sendiri, dan jangan pernah merusak diri sendiri. Cukup mudah bukan dan dengan ketiga poin itu saya rasa cukup untuk menjadikan diri kita menjadi seorang pahlawan bagi diri sendiri, setelah itu barulah kita siap lepas landas menjadi pahlawan bagi orang lain.