[review]Canon Powersot S80


Kali ini saya akan me-review sebuah kamera digital yang pada tanggal 22 November 2008 saya pinjam dari teman saya untuk motret-motret kegiatan selama Pesta Blogger 2008. Untuk melihat hasil pemotratan menggunakan kamera ini silahkan lihat foto-foto saya ketika Pesta Blogger 2008. Inilah penampilan Canon Powershot S80

Untuk mengenai fitur dan lainnya silahkan klik disini, karena saya tidak akan menuliskan ulang.. hehehe.. silahkan baca sendiri, disini saya hanya akan menuliskan pengalaman saya menggunakan kamera ini😀

Jika dilihat dari bentuknya, kamera ini cukup ndut buat kamera kompak digital yang sekarang ini semakin tipis. Tapi bagi saya itu satu kelebihan karena saya dapat menggenggam kamera itu lebih nyaman. Kesan pertama yang saya dapatkan dari kamera ini adalah BINGUNG, saya bingung karena bagaimana saya mengaktifkan kamera ini karena tidak ada tombol power-nya.. hehehhee dan ternyata kamera ini telah mengintegrasikan switch power dengan tutup lensa-nya ketika lensa di tutup, maka secara otomatis kamera juga mati dan sebaliknya ketika dibuka, maka kamera langsung aktif dan siap di pakai.

Dari fitur yang disediakan saya rasa untuk kamera kompak, Canon Powershot S80 sangat lengkap, sudah seperti kamera SLR, dimana memberikan fungsi-fungsi Auto; Creative Zone: P, Av, Tv, M, C; Image Zone: Special Scene (Portrait, Landscape, Night Scene, Foliage, Snow, Beach, Fireworks, Underwater, Indoor, Kids & Pets, Night Snapshot, Digital Macro), My Colors, Stitch Assist, Movie. Sangat lengkap bukan, lebih lanjut masalah fungsi mode dari kamera ini nanti saya akan bahas, saya sekarang tertarik mambahas lensa dari Canon Powershot S80.

Menurut pejelasan dari website yang sebelumnya saya berikan, ukuran lensa yang dimiliki oleh kamera ini setara dengan lensa 28-100mm dan memang benar saya sudah merasakannya dari jarak yang cukup jauh, saya dapat zoom-in untuk mendapatkan foto close up dan untuk wide angle-nya juga cukup nyaman. Walau kamera ini memiliki digital zooming, saya sangat tidak merekomendasikan untuk menggunakannya karena sudah di pastikan hasilnya pecah. Enaknya lagi, Canon Powershot S80 ini sangat informatif, yaitu ketika kita sedang melakukan zoom-in pada suatu objek, ketika sudah mentok, kamera ini memberi tahukan bahwa kemampuan zoom-in-nya sudah mentok dengan memberikan garis batas pada bar zoom di LCD dan ketika, jika ingin meneruskan menggunakan digital zoom diharuskan menekan ke atas tuas zoom kembali. Jadi Canon Powershot S80 ini tidak langsung masuk ke digital zoom.

Sekarang saya ingin kembali membahas mode dari kamera ini yang buat saya cukup takjub. Yang memuaskan saya dari kamera ini adalah mode Manualnya dimasa dengan kamera kompak saya tetap bisa mengatur diafragma dan speed layaknya SLR, memang kamera kompak digital lain juga sudah banyak yang memberikan fitur ini namun entahlah saya puas banget dengan mode Manual dari kamera ini. Navigasi yang mudah untuk merubah diafragma dan speed sehingga saya bisa menyingkronkan cahaya dengan cepat, dan kelebihan dari kamera ini dari kamera SLR adalah ketika saya manggunakan speed 1/8, tidak terjadi camera shake… hehehe.. ya iya lah kamera ini cukup ringan dengan tangan bantuan tangan kiri saja cukup untuk menahan kamera agar tidak goyang, bandingkan jika menggunakan SLR dengan speed 1/30 saja cukup susah menghindari camera shake.😀

Jika sekarang saya ingin melihat kekurangannya, yang pasti lensanya.. hehehehe.. bukan karena kualitasnya tidak jernih atau lainnya tapi sayang lensanya fix, mentok di 100mm. Inilah yang juga membedakannya dengan DSLR, andai lensanya bisa diganti-ganti itu namanya bukan kamera kompak lagi tapi menjadi DSLR.. hahahaha.. tapi jangan kecewa dulu, ternyata setelah dilihat di situsnya, kemampuan lensanya dapat ditambahkan dengan menambah tele-converter, atau jika ingin lebih wide, bisa ditambah wide-converter. hebat bukan.😀 Kemudian kekurangann lainnya yaitu flashnya dan kembali hal ini dapat dimaklumi karena namanya juga flash build-in, jadi jangan harap memiliki GN(Guide Number) yang besar. Ketika saya menggunakan kamera ini dan setelah mengetahui kemampuan flash-nya, saya pun tidak berharap banyak, sehingga saya lebih senang bermain di mode manual tanpa mengharapkan kemampuan flash, dengan kecepatan 1/8 dan tidak terjadi kamera shake.. flash bisa diabaikan.. hehehe (itu menurut saya lhoo).

Sekarang saya ingin menyimpulkan, kamera Canon Powershot S80 bagi saya sangat luar biasa dari segala fitur yang diberikan, terutama mode manual-nya, dan saya dapat katakan Canon Powershot S80 adalah mini-DSLR karena banyak fitur di DSLR dimasukkan ke dalam kamera itu. Hmm mungkin saya tidak bisa menilai dari segi perbandingan harga kamera dengan performa yang dimiliki karena saya tidak mengetahui harganya karena saya hanya meminjamnya.. hehehe.. klo ada yang ingin tahu harganya silahkan ber-google ria.😀. Terakhir saya ingin memberikan nilai yaitu 8 jempol dari 10 jempol yang tersedia (maaf ga ada nilai setengah-setengah karena siapa yang mau jempolnya di potong jadi setengah😀 )