10 Hari di Kesatrian Gatot Subroto, Group 1 Kopassus (part 2)


Sebelum saya melanjutkan cerita 10 hari di Kesatrian Gatot Subroto, saya mau cerita sedikit kenapa saya bisa nyasar kesana. Cerita berawal dari resign-nya saya diperusahaan lama tempat saya bekerja. Karena ingen mengembangkan proyek yang sebelum bekerja di perusahaan telah saya rintis, saya memutuskan mundur dari pekerjaan saya di kantor pada awal bulan November. Ketika pada hari terakhir saya berada dikantor, saya dapat informasi yang baru saja keluar ternyata saya diterima di sebuah perusaan milik negara yaitu PLN. Kejadian yang sangat tidak saya duga, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba untuk mengabdi pada negara dahulu sebelum meneruskan proyek saya. Dan masuklah saya di diklat ini dimana 10 hari pertama saya menjalani kesemaptaan di markas Kopassus.

Melanjutkan cerita sebelumnya, di markas kopassus itu para peserta diklat tidur di dalam tenda pleton dan diatas veltbed. Walau begitu, dalam tenda itu adalah tempat yang paling menyenangkan, bisa tidur-tiduran, dan istirahat, walau pada saat hujan pasti bocor menghampiri. Parahnya ada veldbed teman satu tenda yang jadi kolam ketika hujan turunšŸ˜€ . Pada diklat itu saya tidur dalam tenda 1 yang isinya ada 29 orang, terdiri dari 24 orang dari Pleton 2 Kompi 1 dan Pleton 3 Kompi 1, saya masuk di dalam Pleton 2 Kompi 1, tapi sekarang saya belum mau cerita tentang kelompok-kelompok.

tenda tempat beristirhat

Pada tanggal 13 Desember 2008 malam, pihak kopassus memberikan hiburan kepada kami, diberikan panggung + alat-alat band buat yang suka nge-band, makanan enak, ada soft drink pula. malam itu kami smua hura-hura dan senang-senang.Tapi cerita ga cuma sampai disana. Pada tanggal 14 Desember 2008 sekitar jam 1 pagi, ketika kami terlelap (namun pada saat itu saya sedang jaga serambi), tiba-tiba terdengar suara ledakan, yups para pelatih meledakan TNT seberat 225gr di dekat tenda kami dan itulah Alarm buat kami peserta diklat.

mari berpesta
mari berpesta

semua bergoyang.. ga sadar nanti mau di JEDUNG
semua bergoyang.. ga sadar nanti mau di "JEDUNG"
ada moshing segala.. ck..ck..ck..
ada moshing segala.. ck..ck..ck..

JEDUNG!!!!!! mungkin seperti itu suara ledakannya, saya yang panik mendengar suara ledakan itu langsung buru-buru membangunkan teman-teman yang sedang terlelap, lampu dalam tenda dipadamkan sehingga menambah suasana kepanikan, belum lagi rentetan suara tembakan AK 47 yang menggema di udara. Pokoknya sudah berasa disergap ketika perang.

Semua peserta diklat lari berhamburan keluar dari tenda masing-masing dan kami disuruh baris di depan tenda. Para pelatih memeriksa kelengkapan kami, ternyata ada teman yang karena gelap dan terburu-buru, memakai sepatu kanan semua, ada yang belum pakai seragam, ada yang sampai bawa alat makan (saya juga binun koq sempet bawa alat makan ya???), kalo yang di pleton wanita ada yang berpakaian rapi banget, sampe-sampe pelatih bilang uda kaya mau ke malšŸ˜€ . Setelah kumpul, kami disuruh push-up. Alasan kami kena alarm katanya karena kami tidak jaga serambi dengan benar.

berbaris setelah di-JEDUNG
berbaris setelah di-"JEDUNG"
push-up di pagi buta
push-up di pagi buta

Jaga serambi adalah ketika teman-teman tidur istirahat, 2 orangĀ  per 1 jamĀ  secara bergantian harus tetap terjaga mengawasi keadaan sekitar tenda memastika keamanan. Para penjaga serambi diberikan sandi sebagai kode keamanan.

Melanjutkan kejadian alarm, ternyata tidak sampai disuruh push-up doang, kami berjalan pada pagi-pagi buta ke rawa-rawa. dan kalo kalian berpikir kami peserta diklat di suruh berendam di dalam rawa, pemikiran kalian benar. Kami disuruh masuk rawa-rawa dan ketika pelatih berteriak “SERANGAN UDARA” kepala kami harus masuk ke dalam rawa sampai tidak terlihat sama sekali, tp ini cuma berlaku buat yang pria, buat para wanita cuma direndam sampe sebatas leher.

berendem di rawa-rawa
berendem di rawa-rawa
basah... basah... basah...
basah... basah... basah...

Pagi-pagi buta, badan kami basah semua dan pastinya BAU.. sumpah baunya paraahhh!!!!.. Selesai prosesi rendam merendam, kami dikumpulkan di ruang makan dan diberikan baju baru. tapi kami belum bole mandi saat itu, harus menunggu jam 4. Kami kembali ke tenda dan ganti baju menunggu jam 4 untuk mandi.

Cerita 10 hari di Kesatrain Gatot Subroto belum berakhir, nantikan kelanjutannya di http://www.haidarahmad.tk

5 thoughts on “10 Hari di Kesatrian Gatot Subroto, Group 1 Kopassus (part 2)

Komentar ditutup.