10 Hari di Kesatrian Gatot Subroto, Group 1 Kopassus (part 4)


Sudah masuk ke bagian ke-4, saya pada bagian ini ingin menambahkan sedikit kegiatan-kegiatan selain yang telah disebutkan di cerita sebelumnya yang ada selama diklat Sikap, Mental & Disiplin PT. PLN (Persero) yang dilaksanakan di Kesatrian Gatot Subroto, Group 1 KOPASSUS, Serang, Banten. Tapi maaf mungkin tidak akan lengkap 100%, jadi buat teman-teman peserta Diklat yang membaca tulisan ini, bisa menambahkannya. Lalu selain itu, saya juga ingin bercerita hukuman-hukuman yang ada disana.

Pada tulisan sebelumnya sudah diceritakan beberapa kegiatan, dan tulisan kali ini hanya sedikit menambahkan kegiatan-kegiatan yang ada, seperti latihan PBB (Peraturan Baris Berbaris),  Beladiri dasar dan kunjungan ke PLTU Suralaya. Seperti biasanya, PBB hanya baris berbaris, dan ini materi yang (bagi saya) sangat membosankan, dari SMP itu-itu saja dan saya juga pernah ikut dalam perlombaan PBB sewaktu SMP jadi tidak ada masalah untuk PBB ini.

berbaris
berbaris

Kemudian kegiatan beladiri dasar, beladiri dasar yang diajarkan adalah karate (buat peserta yang tidak tahu beadiri apa yang diajarkan, sekarang saya beri tahu.. hehehe). Gerakan yang diajarkan adalah tangkisan depan (soto-uke), tangkisan atas (age-uke), tangkisan bawah (gedan-barai), pukulan bawah (chudan-tsuki), pukulan dua kali (nihon-tsuki), dan pukulan tiga kali (sambon-tsuki). Tidak terlalu sulit, karena saya pernah karate sampai Dan 1.. hehehehe…

perhatikan ini namanya age-uke dan kuda-kuda kiba-dachi
ciaaattt....!!!!!
ciaaattt....!!!!!

Nah kegiatan yang bikin saya bingung adalah ketika kunjungan ke PLTU Suralaya. Sebenernya senang karena akhirnya bisa melihat dunia luar setelah beberapa hari berada di dalam “kandang macan”. Namun setelah disana saya bingung sendiri karena saya benar-benar tidak paham benda-benda yang ada disana, paling yang saya tahu cuma komputer doang.. hehehe maklumlah lulusan Teknik Informatika melakukan kunjungan ke pembangkit listrik, ga ngerti apa-apa, kalo diajak ke ruang servernya mungkin saya lebih paham apa yang ada disana. Yang pasti saya cuma bisa takjub aja melihat mesin-mesin segede-gede “Gaban”.

PLTU Suralaya
PLTU Suralaya
pengarahan dari pihak PLTU
pengarahan dari pihak PLTU
di ruang kontrol
di ruang kontrol

Mungkin itu saja sedikit tambahan kegiatannya, mari kita membahas hukuman yang ada selama di markas KOPASSUS itu. Push-Up, semua orang pasti sudah tahu push-up seperti apa jadi saya rasa tidak perlu dibahas lagi. Tapi di sana ada satu kali push-up yang tidak akan terlupa, yaitu push-up di aspal yang panas ketika ingin solat dzuhur. Dikarenakan barisan kami tidak rapi ketika menuju masjid, tanpa sengaja Komandan Group 1 KOPASSUS, lewat dan melihat keacak-acakannya itu, alhasil push-up-lah hadiahnya di atas aspal yang panas.

Kejadian hukuman oleh DanGroup itu tidak sampai disitu saja, ketika sampai di mesjid, kami tidak langsung solat tapi kami dikasih hadiah lagi oleh pelatih, yaitu sikap tobat selama sekitar 3 menit. Sikap tobat yaitu menahan badan dengan kepala dengan posisi kaki dibuka agak lebar, badan dibungkukan dan dijatuhkan ke tanah dimana kepala sebagai penahannya dan kedua tangan di taruh dipunggung. Hukuman ini bener-bener paling ga enak, dan pada hukuman itu ada 2 orang teman yang tidak tahan dan hampir pingsan (atau mang sudah pingsan ya??? entahlah). Pokoknya ga lagi-lagi de dapet hadiah sikap tobat…

Hukuman lainnya ga terlalu berat sih, paling kalo tidak kuat push-up diberikan sit-up. Lalu jongkok-berdiri, jalan jongkok juga merupakan hadiah yang biasa diberi. Selain itu ada juga hukuman  yang namanya basah pantat, guling, jungkir tapi ketiga hukuman ini tidak terlalu berat. Basah pantat yaitu membasahi pantat dengan duduk di ember yang ada airnya sehingga celana di bagian pantat menjadi basah. Guling adalah guling-gulingan di atas tanah dan jungkir adalah roll ke depan, tidak berat namun bikin pusing apa lagi kalo sudah disuruh jungkir berkali-kali, serasa dunia berputar.

mari kita push-up
mari kita push-up
lagi-lagi push-up
lagi-lagi push-up
ini bukan lagi tedur tp persiapan sit-up
ini bukan lagi tedur tp persiapan sit-up
tiarap bukan sembarang tiarap, tapi persiapan push-up
tiarap bukan sembarang tiarap, tapi persiapan push-up
mo di lapangan hitam (jalan) ato di lapangan hijau (rumput) tetep lakukan
mo di lapangan hitam (jalan) ato di lapangan hijau (rumput) tetep lakukan

Untuk bagian 4 segini aja ya.. tapi jangan khawatir, masih ada kelanjutannya. Nantikan aja terus di http://www.haidarahmad.tk

One thought on “10 Hari di Kesatrian Gatot Subroto, Group 1 Kopassus (part 4)

  1. hukuman push up 1 menit terlama spanjang hidupku tuh…
    yg ngasi hukuman itu Wakil Komandan Group 1 Kopassus boz…Letkol Julius namanya…

Komentar ditutup.