Tanpa Listrik Dalam Hearth Hour


Semalam pukul 20:30 sampai 21:30, saya berusaha tuk mematikan semua aliran listrik yang ada di rumah saya. Mulai dari lampu, TV, radio, dan juga komputer saya yang biasanya menyala 24/7 (baca: setiap hari non-stop). Hasilnya hanya 1 lampu saja yang menyala yaitu kamar yang ditempati oleh nenek saya. Kasian juga klo nenek saya jadi ikut bergelap-gelap ria.😀

Pada awalnya cukup sulit juga mengajak keluarga ikut mendukung Earth Hour ini, adik saya sedang berchatting ria, ibu saya sedang nonton sinetron. Tapi akhirnya mereka mau juga mematikan alat-alat elektroniknya.  Hanya 1 jam tanpa energi lisrik bagi beberapa orang mungkin mudah namun bagi sebagian lainnya ternyata cukup sulit. Hal ini membuktikan bahwa kehidupan sudah sangat tergantung dengan adanya energi listrik. Aktivitas di rumah saya pun ketika pemadaman 1 jam itu langsung berhenti semua yang paling mungkin dilakukan hanya bermain-main dengan HP karena menggunakan batre.

Karena kehidupan sudah sangat tergantung dengan keberadaan tenaga listrik berarti saatnya kita lebih menyadari akan kelangsungan keberadaan sumber listrik tersebut. Dengan memboroskan energi listrik berbanding lurus dengan memboroskan sumber pembangkit energi listrik. Sedangkan sumber pembangkit energi listrik ada karena sebuah proses yang panjang, bukan semudah membalikkan telapak tangan. Karena itulah mari kita berhemat energi dari sekarang, wariskanlah lingkungan yang indah, nyaman, aman dan tentram bagi anak-cucu di masa mendatang, mungkin 30 atau 50 atau 70 tahun mendatang. VOTE EARTH!