Lho Koq Jadi Volume Based???


Jalan-jalan di situ berita lagi-lagi bikin sakit hati dan membuat emosi jiwa memuncak. Kenapa? coba saja baca disini. Internet di akhir bulan April ini tarifnya akan diseragamkan menjadi volume based.  Artinya  biaya koneksi internet akan dibatasi berdasarkan quota transfer data, informasi ini diungkapkan oleh Mentri Komunikasi dan Informatika.

Bedasarkan informasi tersebut, dikatakan jika tarif menggunakan time based, maka konsumen akan mengeluarkan biaya lebih banyak padahal kenyataannya tidak seperti itu. Konsumen menjadi lebih banyak mengeluarkan biaya katika menggunakan time based karena kecepatan koneksi yang ada masih dibawah kata LAYAK. Gambarannya seperti ini,  misal jika ada halaman situs sebesar 100 KB sedangkan kecepatan transfer data yang terjadi (throughput bukan bandwidth) hanya 56 Kbps, jadi 100 KB = 800 Kb sehingga untuk membuka halaman tersebut dengan kecepatan yang telah disebutan, maka dibutuhkan waktu selama  14,3 detik. Jika dibandingkan dengan kecepatan sebesar 100 Kbps, maka hanya 8 detik sudah bisa membuka halaman tersebut. Malahan jika dengan time based, jika kecepatan internet nya cukup tinggi maka time based bisa lebih murah dari pada volume based. Dapat disimpulkan bahwa cepat atau lamanya membuka sebuah halaman situs tergantung dari kecepatan transfer data. Jadi menurut saya pribadi, sang mentri salah dalam mengambil kesimpulan.

Jika memang pemerintah ingin memberikan layanan yang lebih baik, pemerintah harus melihat kepada kebutuhan rakyat, di tahun 2009 ini, saya melihat masyarakat lebih menginginkan koneksi internet yang unlimited (tanpa batasan volume dan waktu). Apakah pemerintah belum melihat kebutuhan masyarakat akah hal yang ini? Namun jika pemerintah belum bisa memberikan yang unlimited, time based dan volume based dapat menjadi pilihan bagi masyarakat, biar masyarakat memilih yang terbaik dalam kondisi yang buruk ini.

Tiga poin yang diinginkan oleh masyarakat mengenai koneksi internet yaitu:

  1. Murah
  2. Cepat
  3. Unlimited

Jadikan ketiga poin itu menjadi acuan dalam menyediakan koneksi internet kepada masyarakat.

3 thoughts on “Lho Koq Jadi Volume Based???

  1. Wah saia jg d manado ini,. indosat ngawur kok. masa sudah saya komplain 2 kali gara2 koneksiny dudul. walhasil skrg malah sama sekali ga mo konek (ngfreeze), ga gsm ato im2 sama aj. coba gmana mo ga kesel X-(

    Beralih ke tsel jadiny😀 wuzzzz

  2. @max… hehehe sorry ini ngga ngebahas ISP nya tp lebih ke ucapan sang mentri mengenai tarif internet… but thx for visit..😉

  3. wah bener tuh bro…
    harusnya yang berubah itu tarif agak lebih murah lagi dengan kecepatan yang lebih ditingkatkan
    gimana mo berkembang dunia IT wabil khusus internet sampai ke pedesaan klo terus di kangkangi oleh “kepentingan” beberapa pihak…
    sudahlah sebagai sebagai rakyat yang terus ditndas oleh pemerintah saya hanya bisa berdoa semoga di bukakan pintu hatinya agar bisa melihat mana yang haq dan bathil..

Komentar ditutup.