Kaskus Pun Menjadi Korban PLN


Seperti biasa, pagi-pagi saya online seperti yang dilantunkan oleh Bang Igor a.k.a Saykoji

Siang malam ku selalu menatap layar terpaku untuk online online
online online

Tapi kali ini lumayan kaget juga karena kantor dimana saya bekerja terpampang di pengumuman kaskus.us seperti inilah pengumumannya

Kaskus menjadi korban atas PLN karena tenaga listrik yang disalurkan ke server kaskus bermasalah. Kebetulan kemaren saya sempet berbincang dengan atasan saya Asisten Menejer Pemasaran dan Niaga. Dan pertanyaan yang saya ajukan adalah “Mengapa Customer Satisfaction tidak menjadi kinerja dari unit PLN?” lalu jawabannya adalah untuk saat ini memang belum bisa karena jika dilihat dari harga jual tenaga listrik, PLN masih merugi dimana harga produksi tenaga listrik di atas Rp. 1000/kwh sedangkan harga jual kepada pelanggan hanya kisaran Rp. 600/ kwh. Dengan kondisi seperti ini sulit bagi PLN untuk membuat sistem untuk menyalurkan tenaga listrik yang handal karena dibutuhkan biaya untuk membangunnya.

Jawaban itu bagi saya cukup masuk akal juga, bagaimana ingin memberikan hal yang lebih bagi pelangan untuk operasional saja masih membutuhkan subsidi (dilihat dari perbandingan harga jual dengan harga beli tenaga listrik). Dan jika dilihat dari TDL, memang sudah tidak rasional lagi tarif tersebut. Contoh untuk rumah tangga yang memiliki data 2.200 VA, harga per kwh-nya hanya paling mahal Rp. 495/kwh. Padahal dapat dipastikan bahwa pelanggan dengan daya tersebut adalah pelanggan yang berkecukupan. Seharusnya kenaikan harga listrik tidak dapat dihindari untuk mengurangi subsidi dari pemerintah. Hal ini penting karena menurut pandangan saya subsidi itu sudah salah sasaran. Mungkin selama ini kurang disadari bahwa orang-orang yang memiliki gaji >Rp. 10.000.000/bulannya juga untuk listrik dirumahnya masih disubsidi pemerintah.

Kembali ke masalah kaskus yang servernya mengalami masalah, saya harap bisa kembali normal dan saya bisa ber-kaskus-kaskus ria lagi. Dan bagi pemerintah sekarang sudah saatnya pemerintah mengkaji kembali TDL yang berlaku, jangan jadikan sumber daya yang menyangkut hajat hidup orang  banyak (dalam hal ini tenaga listrik) dijadikan permainan politik para petinggi negara (semoga hasil UU ketenaga listrikan hasilnya memuaskan semua pihak rakyat-pemerintah-PLN).