RPM Konten Multi Media = Filter Raksasa Butuh Tumbal


Beberapa hari ini masuk ke saya mengenai RPM-RPM karena kesibukan kerja, saya kurang memperhatikannya ditambah di tempat kos saya tidak ada TV, jadi bisa dibilang update berita cuma dari internet. Awalnya saya tidak memperdulikan RPM itu karena aneh, koq ada Konten Multimedia pake RPM, biasanya yang ada RPMnya kan kendaraan bermotor. Tapi tadi pagi (14/02/2010) saya baca artikel disebuah situs berita mengenai RPM ternyata RPM itu adalah Rancangan Peraturan Menteri, bukan Rotation Per Minutes😀 . Mengetahui itu membuat saya semakin penasaran apa isi RPM itu sampai-sampai seorang penggiat (Bpk Onno W. Purbo) memberi komentar. Saya coba ber-googling tuk tau apa isi dari RPM itu dan hup-la.. inilah isinya

rpm konten multimedia

Setelah saya baca isi RPM ini banyak hal yang menggelitik buat saya (tapi saya hanya tuliskan sebagian kecil saja), dan kalimat pertama dalam pikiran saya setelah baca RPM Konten Multimedia tersebut adalah, “ini filter gede banget dan penyelenggara yang ditumbalin”. Jika kita baca seluruh isi RPM tersebut, semua beban filtering dilakukan oleh penyelenggara, tapi sebelumnya kita cek dulu apa sih penyelenggara yang dimaksud.

Pasal 1 ayat 11:

Penyelenggara Jasa Multimedia, yang selanjutnya akan disebut Penyelenggara, adalah penyelenggara jasa Telekomunikasi yang menawarkan layanan berbasis Teknologi Informasi, meliputi jasa akses Internet, penyelenggara jasa interkoneksi Internet, penyelenggara jasa Internet teleponi untuk keperluan publik, penyelenggara jasa sistem komunikasi data, atau penyelenggara jasa Multimedia lain yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Jadi yang dimasukkan penyelenggara adalah mulai dari ISP sampai perusahaan-perusahaan pemilik situs, merekalah yang dijadiin tumbal tuk memfilter semua konten multimedia.

Kita sekarang masuk ke pasal lainnya, saya tergelitik oleh Pasal 7 poin a, yang berbunyi

Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung:

a) muatan privasi, antara lain Konten mengenai isi akta otentik yang bersifat pribadi dan kemauan terakhir ataupun wasiat seseorang, riwayat dan kondisi anggota keluarga, riwayat, kondisi dan perawatan, pengobatan kesehatan fisik, dan psikis seseorang, kondisi keuangan, aset, pendapatan, dan rekening bank seseorang, hasil-hasil evaluasi sehubungan dengan kapabilitas, intelektualitas, dan rekomendasi kemampuan seseorang, dan/atau catatan yang menyangkut pribadi seseorang yang berkaitan dengan kegiatan satuan pendidikan formal dan satuan pendidikan nonformal; dan/atau

Larangan mempublikasikan data pribadi, wah siap-siap blog saya sebagai salah satu konten terlarang, karena pada halaman [me, my self and i] itu adalah data pribadi saya yang secara sadar saya tuliskan dengan tujuan tertentu yang saya inginkan. Jadi apakah saya akan dipengadilkan walau berbeda kasus dengan Ibu Prita, mungkin bisa jadi saya menjadi tersangka juga.

Selanjutnya Pasal 9 ayat 1.b. yang berbunyi:

keharusan bagi Pengguna untuk memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai identitas dan kontaknya saat mendaftar;

Harus, dan harus kenapa harus???? saya pribadi ada wilayah yang harus saya sembunyikan dari siapa pun di dunia maya, sehingga saya untuk hal itu tidak menggunakan data yang sebenarnya karena peran saya disana bukan sebagai saya tapi sebagai seseorang yang ada hanya di dunia maya, apakah itu suatu tindakan melanggar hukum? toh spiderman pun mempunyai alter ego kerjanya menegakkan hukum, apakah itu salah juga?

Lalu jika dilihat di Pasal 9 ayat 2:

Penyelenggara dilarang membuat aturan penggunaan layanan yang menyatakan bahwa Penyelenggara tidak bertanggungjawab atas penyelenggaraan jasanya yang digunakan untuk memuat, mendistribusikan, mentransmisikan, membuat dapat diaksesnya, dan/atau menyimpan Konten Multimedia.

Artinya penyelenggara (dalam hal ini pemilik situs) harus mantengin tiap kata yang ditulis oleh usernya 24/7, apakah bisa???? silahkan cek kaskus.us, dalam 1 detik berapa ratus postingan baru yang muncul???? klo RPM ini disahkan, momod dan mimin kaskus dijamin tidak bisa hidup tenang, silahkan pikirkan sendiri kenapa (semoga pembuat RPM juga baca biar bisa mikirin hal ini).

Dan terakhir dari saya, karena saya rasa cukup walau masih banyak yang harus dipertanyanya tapi tidak apa mungkin itu bisa jadi bahan untuk kawan-kawan  blogger lainnya, pasal 10 dan 11 ayat 2, disana tertulis kata “ANDAL” kata itu yang membuat saya tersenyum kecut, para regulator itu memina hal-hal yang ANDAL tapi pelayanan kepada masyarat paling tidak masalah koneksi internet di negeri tercinta Indonesia apakah sudah bisa dikatakan ANDAL????? harga mahal dengan kecepatan ndut-ndutan… :nohope:

Bisa ditarik kesimpulan RPM Konten Multimedia akan dijadikan filter raksasa yang akan memfilter semua konten yang ada di negara Indonesia dan yang akan ditumbali adalah para Penyelenggara. Kepada admin kaskus.us, owner blogger, wordpress, dan lainnya siap-siap mantengin trus tiap posting, dan buat saya pribadi atau blogger lainnya yang menyebarkan data pribadi, siap-siap ke meja hijau…

Saya rasa cukup sudah dari saya mari kita berdiskusi, dan pastinya saya pribadi

MENOLAK DENGAN KERAS (NAMUN SANTUN) RPM KONTEN MULTIMEDIA


One thought on “RPM Konten Multi Media = Filter Raksasa Butuh Tumbal

Komentar ditutup.