Industri Kreatif dengan Open Source = Berkarya Tanpa Mahal


Semakin hari industri semakin beraneka ragam dan dewasa ini dikenal sebuah istilah yang bisa dibilang baru namun sebenarnya tidak baru juga. Istilah itu adalah Industri Kreatif. Istilah industri kreatif sebeneranya bukan istilah baru namun akhir-akhir ini cukup ramai dibincangkan sehingga terkesan industri kreatif menjadi istilah baru (trend baru). Hal ini dapat terjadi karena potensi besar yang dimiliki dari industri kreatif ini terutama dari sisi bisnis. Saya tidak akan membahas masalah industri kreatif lebih jauh, jika ingin lebih jauh mengenal industri kreatif silahkan ber-googling ria, saya yakin akan banyak informasi mengenai industri kreatif disana.

Pada tulisan ini saya hanya ingin memberi sedikit informasi pentingnya perangkat lunak open source terhadap industri kreatif. Mengapa open source??? Seperti yang kita telah tahu bersama, open source memberi hak dan kebebasan kepada user untuk menggunakan, mempelajari, memodifikasi dan mendistribusikan perangkat lunak open source. Dengan posisi perangkat lunak open source seperti ini, memberi sebuah angin segar untuk pengusaha dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Ada sebuah prinsip yang saya pernah denger semasa SMP yang berbunyi “Dengan modal sekecil-kecilnya, mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya”. Dengan perangkat lunak open source prinsip ini dapat dicapai.

Keuntungan besar yang didapat dari menggunakan perangkat lunak open source adalah pengusaha dapat secara open (bebas) menggunakan perangkat lunak tersebut tanpa perlu memikirkan razia perangkat lunak akibat menggunakan perangkat lunak ilegal atau memikirkan investasi lisensi perangkat lunak. Selain itu pengusaha juga dapat mengembangkan perangkat lunak tersebut secara open (bebas) sesuai dengan kebutuhan dari bisnis yang dijalankannya. Disinilah kekuatan dari open source dalam mendukung pengusaha dalam bisnisnya.

Berkaitan dengan industri kreatif, adanya perangkat lunak open source dapat menyokong perkembangan industri kreatif. Sebagai contoh untuk perangkat lunak office dapat menggunakan OpenOffice. Dari sisi investasi jika menggunakan peragkat lunak Microsoft Office keluaran Microsoft, harus merogoh kantong cukup dalam, yaitu kisaran 1 hingga 2 juta rupiah untuk tiap lisensi, sedangkan untuk OpenOffice hanya dengan mengunduh dan kemudian meng-install, perangkat lunak office telah siap digunakan. Contoh lainnya, pada bisnis yang berkaitan dengan grafis yang membutuhkan perangkat lunak editor gambar dapat menggunakan GIMP untuk menggantikan Photoshop dari Adobe yang harganya lebih dari 5 juta rupiah untuk tiap lisensinya.

Memang perlu disadari masih ada beberapa kendala dalam menggunakan perangkat lunak open source, salah satunya belum terbiasa menggunakan perangkat lunak tersebut. Contohnya dalam menggunakan perangkat lunak OpenOffice, masyarakat lebih memilih perangkat lunak Microsoft Office daripada OpenOffice. Hal ini terjadi bukan karena kualitas dari OpenOffice yang tidak mumpuni namun lebih dikarenakan masyarakat sudah lebih dahulu terbiasa dengan Microsoft Office sehingga enggan untuk menggantikannya karena ada kekhawatiran akan cukup merepotkan jika harus menggunakan perangkat lunak lain, walau pada kenyataannya hal ini belum tentu benar.

Bercermin dari kasus di atas, bagi saya tidak ada alasan, selain malas mempelajari open source (walau hanya penggunaannya), untuk tidak menggunakan perangkat lunak open source.  Untuk menghindari kekecewaan dalam menggunakan perangkat lunak open source, hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Lisensi, lisensi pada open source cukup beraneka ragam, hal ini sangat penting untuk diperhatikan apakah lisensi yang digunakan sebuah perangkat lunak open source sesuai dengan bisnis yang dijalankan atau tidak. Untuk penjelasan lisensi open source dapat dilihat di Open Source Initiative
  • Dukungan, karena perangkat lunak open source dikembangkan oleh komunitas-komunitas, perlu diperhatikan bagaimana dukungan dari komunitas tersebut terharap perangkat lunak yang dikembangkannya terutama yang terkait dengan perbaikan-perbaikan dan pengembangan perangkat lunak tersebut.
  • Dokumentasi, pentingnya dokumentasi dari sebuah perangkat lunak open source adalah untuk memberi kemudahan dalam menggunakan perangkat lunak tersebut.

Sebagai penutup, saya akan memberikan URL untuk mengunduh beberapa perangkat lunak open source yang mungkin berguna bagi bisnis pembaca blog ini.

DUKUNG TERUS OPEN SOURCE, MAJU INDUSTRI KREATIF INDONESIA.

Office:

Browser:

Multimedia (Audio / Video)

E-Mail (server/client)

Antivirus

Editor Gambar

3 thoughts on “Industri Kreatif dengan Open Source = Berkarya Tanpa Mahal

  1. Perlu diperhatikan juga gerakan Open Source lebih mengarah kepada demokrasi/keterbukaan code.
    Open source gak selalu berarti gratis karena ada juga yang berbayar.

    Kalau ada alternatif penggunaan open source yang gak terlalu mengurangi value dari aplikasi closed source lainnya, dengan senang hati pasti aku pakai versi open source🙂

    So, open source? Why not??😀

    1. setuju bung alif… open source memang mangarah ke keterbukaan kode, namun hal ini kurang menjadi perhatian pada masyarakat karena posisi mereka sebagai end user yang memang hanya ingin sebagai pemakai. karena itu untuk menarik perhatian masyarakat sisi gratis secara biaya yang harus pertama ditonjolkan. Dan masalah open source ada yang berbayar memang betul, karena itu seperti yang aku tulis di atas harus diperhatikan masalah lisensi seperti apa.

      apakah bung alif sudah berminat tuk menjadi developer open source juga?😀

      selamat buat buku ke-2nya “Jago Membuat Game Komputer” dan juga ditunggu buku-buku selanjutnya

      1. Hehe, thanks dar😀

        Tentu saja saya siap berkontribusi, terutama dimulai dari bidang yang saya jalani, Flash / Game Development.
        Ada alasan kenapa di bukuku yang “Jago Membuat Game Komputer” ada bab tentang pengembangan aplikasi Flash secara Open Source😉

Komentar ditutup.