Keimanan Katanya…. Apaan Tuh????


Mungkin tulisan kali ini agak sedikit kontroversi, namun saya tidak perduli karena sekarang zamannya kebebasan mengemukakan pendapat dan saya tidak melanggar hak asasi siapa pun. Tulisan kali ini juga terinspirasi dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul Tragedi Cikeusik. Ini karena saya banyak dengar opini dimasyarakat yang meyakini satu hal hanya berdasarkan ucapan, anggapan, pendapat seseorang atau sekumpulan orang. Saya tidak habis fikir, bagaimana bisa sesuatu yang seseorang yakini namun itu hanya karena ucapan, anggapan atau pendapat orang lain bukan dari hasil daya olah pikirnya sehingga orang tersebut meyakini dan mengimaninya. Dan itulah mengapa saya sebut dengan Keimanan Katanya.

Saya akan mengambil definisi Keimanan dari situs Kamus Besar Bahasa Indonesia. Keimanan berarti keyakinan; ketetapan hati; keteguhan hati. Keyakinan, ketetapan hati, keteguhan hati bagaimana bisa hal-hal ini hanya berasal dari ucapan, atau pendapat orang lain atau sekumpulan orang? Berdasarkan yang saya ketahui keyakinan berasal dari hasil daya pikir serta pengalaman-pengalaman hidup sehingga orang tersebut menjadi teguh hatinya dan meyakini dengan sepenuh jiwa.

Jika dikaitkan dengan kasus Tragedi Cikeusik, orang-orang yang menyerang Jemaat Ahmadiyah mengimani, meyakini bahwa Jemaat Ahmadiyah adalah sesat. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah mereka telah menelaah dengan akal pikirannya dan mendalami dengan sebenarnya ajaran Ahmadiyah yang sebenar-benarnya atau hanya katanya? Berdasar pantauan yang saya lakukan terhadap opini-opini dimedia massa, banyak ulama atau ustad yang mengatakan “Di negara asalanya Pakistan, Ahmadiyah sesat dan dikeluarkan dari Islam”, artinya adalah ulama atau ustad tersebut mengambil kesimpulan Ahmadiyah sesat karena (lagi-lagi) katanya di negara lain. Dan juga ada ulama yang mengatakan bahwa “Organisasi Islam Dunia (OKI) telah memfatwakan bahwa Ahmadiyah adalah sesat”, fatwa adalah pendapat sehingga artinya disini ulama tersebut mengimani atau meyakini Ahmadiyah sesat karena pendapat dari sekelompok orang.

Yang terjadi saat ini adalah dengan Keimanan Katanya itu, telah jatuh korban. Pertanyaannya adalah apakah akan diteruskan korban berjatuhan karena sebuah Keimanan Katanya? Atau akan disepakati secara bersama jika katanya adalah dari mayoritas itu pasti benar, apakah seperti itu????? Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, apakah mayoritas selalu benar??????? Jika ada pembaca yang berpikiran mayoritas pasti benar, silahkan telaah kisah-kisah orang-orang yang membawa kebenaran, apakah meraka dari kaum mayoritas? contoh pada umat Muslim, apakah Yang Mulia Baginda Nabi Besar Muhammad SAW ketika menyebarkan Agama Islam adalah golongan mayoritas? atau bagi umat Nasrani, apakah Yesus Kristus ketika menyebarkan ajarannya ia termasuk dalam golongan mayoritas? Silahkan menjawab masing-masing, yang ingin saya tekankan disini adalah bahwa tidak melulu mayoritas adalah benar.

Kembali ke Keimanan Katanya, saya hanya bisa berpesan apabila suatu hal itu terkait dengan keyakinan, jangan terima mentah-mentah begitu saja, telaah secara mendalam, cari dari sumber aslinya. Dan yang paling penting adalah ketika bertemu perbedaan, jangan gunakan kekerasan bahkan tindakan kriminal untuk menyelesaikannya, gunakan cara-cara yang bermartabat dan elegan.

 

 

Share :
share to facebook | share to twitter

5 thoughts on “Keimanan Katanya…. Apaan Tuh????

  1. Nice post bro…
    Keimanan itu hubungannya langsung dengan Allah SWT. Serajin apa pun seseorang beribadah tidak bisa menilai keimanan orang lain. Setinggi apa pun ilmu seseorang tidak bisa menilai keimanan orang lain. Itu wilayah yang hanya boleh dinilai oleh Allah SWT.

    1. thx bro komennya.. iya iman seseorang hanya Allah SWT yang mengetahuinya jangan dilihat dari jidadnya yang kapalan sampe item2.. atau celananya yang menggantung… bagaiman pun wujudnya hanya Allah SWT yang tau setinggi apa derajad keimanan seseorang.

Komentar ditutup.