Sesat Dimananya?


Tragedi Cikeusik ternyata masih terus berlanjut, media-media massa masih ramai memberitakannya. Saya mencoba menelusuri mengapa ada manusia-manusia yang menjadi barbar pada zaman modern ini. Dan terungkap ‘katanya’ ada faktor ‘U’ dikasus tersebut, namun saya tidak akan mendalami prihal faktor ‘U’ tersebut karena masalah kemiskinan yang terjadi dimasyarakat, seharusnya pemerintahlah yang harus lebih tanggap.

Tapi dikasus ini juga terdengar kata ‘Sesat‘. Mungkin para pembaca juga sudah mengetahui terkait sesat ini. Ya, benar banyak yang mengatakan bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat, namun sesuai dengan tulisan saya yang berjudul Keimanan Katanya…. Apaan Tuh???? Saya harus membuktikan bahwa Ahmadiyah ini benar-benar sesat, bukan hanya sekedar KATANYA.

Fakta terkait jemaat Ahmadiyah adalah tiap orang yang akan menjadi anggota jemaat Ahmadiyah haruslah melakukan baiat. Lalu apakah baiat ini? Berdasar Kamus Besar Bahasa Indonesia, baiat adalah 1 pelantikan secara resmi; pengangkatan; pengukuhan; 2 Isl pengucapan sumpah setia kpd imam (pemimpin). Jadi jika saya katakan bahwa tiap anggota jemaat Ahmadiyah harus melakukan sumpah setia ketika ingin menjadi anggota Ahmadiyah adalah benar adanya. Disini akan muncul kembali pertanyaan apakah isi sumpah setia atau baiatnya itu? Karena inilah yang menjadi fondasi dari jemaat Ahmadiyah.

Berikut saya tuliskan 10 syarat baiat jemaat Ahmadiyah yang saya kutip dari sebuah blog seorang anggota Ahmadiyah.

sumber : Ajaran Islam Ahmadiyah

  1. Di masa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur senantiasa akan menjauhi syirik.
  2. Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasiq, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak serta tidak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya.
  3. Akan senantiasa mendirikan salat lima waktu semata-mata karena mengikuti perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dan dengan sekuat tenaga akan senantiasa mendirikan shalat Tahajud, dan mengirim selawat kepada Junjungannya Yang Mulia Muhammad Rasulullah saw. dan memohon ampun dari kesalahan dan mohon perlindungan dari dosa/kelemahan-manusiawi; akan ingat setiap saat kepada nikmat-nikmat Allah, lalu mensyukurinya dengan hati tulus, serta memuji dan menjunjung-Nya dengan hati yang penuh kecintaan.
  4. Tidak akan mendatangkan kesusahan apa pun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah umumnya dan kaum Muslimin khususnya karena dorongan hawa nafsunya, biar dengan lisan atau dengan tangan atau dengan cara apa pun juga.
  5. Akan tetap setia terhadap Allah Ta’ala baik dalam segala keadaan susah ataupun senang, dalam duka atau suka, nikmat atau musibah; pendeknya, akan rela atas keputusan Allah Ta’ala. Dan senantiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di jalan Allah. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Ta’ala ketika ditimpa suatu musibah, bahkan akan terus melangkah ke muka.
  6. Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu, dan benar-benar akan menjunjung tinggi perintah Al-Qur’an Suci di atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya itu akan menjadi pedoman baginya dalam tiap langkahnya.
  7. Meninggalkan takabur, sombong; akan hidup dengan merendahkan diri, beradat lemah-lembut, berbudi pekerti yang halus, dan sopan-santun.
  8. Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai Islam lebih dari pada jiwanya, hatanya, anak-ananknya, dan dari segala yang dicintainya.
  9. Akan selamanya menaruh belas kasih terhadap makhluk Allah umumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepadanya.
  10. Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini “Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud” semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal makruf (segala hal yang baik) dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya, dan menjunjung tinggi ikatan perjanjian ini melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan ataupun ikatan kerja.

Itulah yang menurut saya fondasi awal seseorang yang akan menjadi anggota jemaat Ahmadiyah, dan 10 syarat baiat ini juga tertulis di wikipedia tentang Ahmadiyah.

Bedasar 10 syarat baiat itu, saya menyangsikan pendapat-pendapat di masyarakat yang mengatakan bahwa Ahmadiyah adalah sesat karena baiat ini adalah fondasi atau sumpah setia tetapi tidak ada satu poin pun yang menyimpang dari ajaran Islam. Bahkan yang (lagi-lagi) katanya kitab suci jemaat Ahmadiyah adalah Tazkirah, itu tidak ada sama sekali dalam sumpah setia ini. Lalu dimanakah sesatnya? Poin per poin dalam sumpah setia ini lebih menekankan kepada beribadah layaknya seorang Muslim.

Saya hanya sekedar menguak sedikit suatu opini dalam masyakat yang hanya berdasarkan KATANYA. Jangan sampai hanya karena kata seseorang atau sekelompok orang (walau) mayoritas, menutupi kebenaran yang ada. Pesan saya, cari informasi dari sumber yang sebenar-benarnya dan jika ada perbedaan, hadapi dengan elegan.

 

 

Share :
share to facebook | share to twitter