Seperti Spons


Siapa yang tidak tahu spons? Berpori besar diseluruh permukaan dan pada umumnya berwarna kuning. Atau mungkin terbayang seorang tokoh kartun berwarna kuning berbentuk kotak dengan kekonyolannya. Tapi pada tulisan ini, yang saya maksud bukan Spongebob itu. Spons sering kita gunakan dalam kegiatan cuci mencuci, seperti cuci piring atau cuci kendaraan bermotor. Kita manggunakan benda kuning itu untuk membantu membersihkan kotoran yang menempel pada permukaan benda yang sedang dicuci dikarenakan sifatnya yang dapat menyerap air.

Jika anda merasa sebagai seorang pembelajar, sifat seperti spons inilah yang harus anda miliki, yaitu menyerap informasi apapun yang ada disekitar anda. Saya yakin informasi baik atau pun buruk itu merupakan hal yang bermanfaat dan tinggal kita, sebagai individu yang memiliki akal untuk menyikapi informasi-informasi tersebut.

Namun ada kalanya kita sebagai manusia memiliki rasa  anti atau resistensi atas suatu informasi yang ada disekitar kita. Sebagai contoh ada segolongan orang yang baru saja mendengar kata sex sudah berpikiran negatif karena berhubungan dengan pornografi atau pornoaksi. Permasalahan terbesar dari sikap resistensi ini adalah sikap ini akan semakin kuat dan cenderung menjadi dominan tetika kita dihadapkan pada sumber informasi yang merupakan sesuatu atau orang yang tidak disukai. Memang hal ini sangat-sangat manusiawi namun akan sangat disayangkan apabila karena ketidaksukaan kita terhadap sesuatu atau seseorang menjadi hal yang menghambat pengembangan diri kita.

Sikap resistensi atau anti terhadap informasi tidaklah perlu, entah inforamasi itu baik ataupun buruk, datang dari susuatu atau seseorang yang disuka (misal: artis kegemaran, motivator terkenal, orang sukses) ataupun dibenci, seraplah informasi-informasi itu layaknya spons yang ditaruh di dalam mangkuk berisi air. Spons akan tetap menyerap air, tanpa melihat air itu bersih, kotor, bahkan tetika air tersebut tercemar limbah pun, spons akan tetap menyerap cairan yang ada disekelilingnya. Manusia dipersenjatai dengan akal, karena itu gunakanlah akal ini bukan untuk membatasi informasi yang diterima namun gunakan untuk mengembangkan diri dalam menyikapi secara positif informasi-informasi yang terserap itu. Janganlah sia-siakan anugrah terhebat manusia hanya dengan membatasi diri dari informasi-informasi.

2 thoughts on “Seperti Spons

Komentar ditutup.