Mengatur Penamaan File pada Komputer


Pasti hal yang biasa dalam memberi nama file pada direktori komputer dan itu bukanlah hal yang sulit. Namun terkadang penamaan yang asal bisa mengacaukan segalanya (sepertinya berlebihan😀 ). File-file pekerjaan, file-file pribadi kadang bercampur sehingga membingungkan ditambah lagi penamaan yang tidak sesuai isi, ataupun sering melakukan save as pada satu file dengan nama yang tidak beraturan. Pada tulisan kali ini saya hanya sedikit berbagi tips dan trik dalam mengelola penamaan file di komputer.

Dalam penamaan file hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu :

  1. Penamaan file harus mewakili isi dari file tersebut. Banyak orang ketika menamakan file yang telah dibuatnya dengan sembarang nama dengan tujuan mempercepat pekerjaan. Padahal dengan menamakan file sesuai dengan isinya tidak memakan banyak waktu dan sangat membatu ketika file tersebut dibutuhkan. Ketika penamaan file tidak mewakili isinya, hal ini akan sangat menyulitkan ketika lupa akan nama file yang dibuat tersebut, sehingga harus dibuka satu per satu untuk melihat isi file tersebut.
  2. Cantumkan tanggal pembuatan pada nama file. Untuk memudahkan pengurutan file, cantumkan tanggal pembuatan file pada awal nama file format yyyymmdd atau yymmdd dan kemudian berilah tanda pemisah (cukup dengan tanda spasi atau pun garis tengah). Contoh, jika nama filenya adalah “Laporan Pengeluaran Bulanan”, dibuat tanggal 19 Februari 2012, maka nama file yang bisa digunakan antara lain 20120219 Laporan Pengeluaran Bulanan, 20120219 – Laporan Pengeluaran Bulanan, 120219 Laporan Pengeluran Bulanan, atau 120219 – Laporan Pengeluran Bulanan. Dengan mencantumkan tanggal pada awal nama file maka file ketika diurutkan berdasarkan nama akan berurut sesuai dengan tanggal pembuatannya sehingga dalam pencarian akan sangat mudah.
  3. Jangan mudah mengubah nama file. ketika melakukan pembaharuan terhadap isi file, jangan lakukan perubahan pada nama filenya, namun tambahkan keterangan pada akhir nama file, misal nama file yang diperbaharui adalah 20120219 – Laporan Pengeluran Bulanan, maka nama file yang diperbaharui dapat menjadi 20120219 – Laporan Pengluaran Bulanan rev 1, atau 20120219 – Laporan Pengeluran Bulanan 1. Dengan cara seperti ini file lama dan yang telah diperbaharui akan selalu berdampingan sehingga mudah apabila perlu membandingkan antara file lama dengan yang telah diperbaharui.
  4. Konsisten dalam pola penamaan. Maksudnya adalah apabila format penanggalan yang digunakan adalah yyyymmdd, maka seterusnya gunakan format penanggalan seperti itu. Ketidak konsistenan dalam pola penamaan akan membuat pengaturan penamaan file menjadi tidak berguna.
  5. Jangan gunakan huruf kapital. Penamaan dengan huruf kapital (menggunakan huruf besar semua) akan membuat mata tidak nyaman ketika melihat nama-nama file, gunakan lower case (huruf kecil semua) atau camel case (setiap awal kata menggunakan huruf besar) agar nama file lebih menarik.

Itulah sedikit tips dan trik yang bisa di-share kepada pembaca, semoga dapat membantu dalam memberi nama file-file yang dibuat sehingga memberi kemudahan-kemudahan dalam pengarsipan file pada komputer.