Telepon Penipuan Mengatasnamakan Keluarga


Baru saja saya menerima telepon yang mengaku sebagai saudara saya. Dari awal saya memang curiga karena banyak hal yang saya tanyakan tetapi jawabannya tidak sesuai. Karena data-data tidak sesuai, saya mau bertemu dengan sang pelaku namun pelaku segera menutup teleponnya. Bentuk operasinya adalah penipuan mengatasnamakan saudara atau kerabat korban yang mengalami musibah (misal ditilang polisi atau kecelakaan) dan meminta ditransfer sejumlah uang ke rekening tertentu.

Untuk menghindari hal yang sama terjadi pada pembaca, berikut tips dari saya :

1. Tanyakan nama Si Penelepon, jika penelepon adalah penipu pelaku tidak akan menyebutkan namanya sebelum pembaca menyampaikan nama seseorang. Biasanya pelaku berkata “ini gue/saya yang kemaren nelepon-nelepon, masa lupa?” Lalu untuk meyakinkan korban, penelepon menyatakan “wah parah, masa ga inget sama suara gue”.

2. Sebutkan nama palsu. Ketika pembaca harus menyebutkan nama, sebutkan saja nama palsu. Jika penelepon mengiyakan, sudah dipastikan penelpon adalah penipu.

3. Tanyakan detil tentang penelepon. Jika kebetulan nama penelepon sesuai dengan orang yang dikenal, maka tanyakan lebih detil, misal lokasi atau nama keluarga lainnya.

Itu sedikit tips dari saya. Yang utama adalah jangan panik ketika mendengar kabar tidak baik dari nomor yang tidak dikenal. Tetap berpikiran jernih sehingga kita dapat terhindar dari bentuk penipuan. Semoga bermanfaat.