Kenapa Harus Sama Ketika Beda Lebih Hebat


Disadari atau tidak saat ini banyak orang ingin membangun lingkungan yang “sama”, bahkan sampai ada kaum ekstrimis yang muncul untuk “memperjuangkan” hal tersebut. Walau demikian (untungnya) masih ada sekelompok lainnya yang menjunjung hal-hal prularisme. Yang jadi pertanyaan apakah perlu “penyeragaman”. Apakah salah ketika pendapat tiap individu berbeda? Apakah “warna” harus hanya satu?

Tangan dengan jari jempol semua, Ok-kah?
Tangan dengan jari jempol semua, Ok-kah?

Mungkin akan banyak yang berbeda pendapat dengan saya, bahwa biarkan semua pada porsinya masing-masing tidak perlu mempermasalahkan perbedaan apalagi sampai ada ektrimis-ekstrimis yang “katanya” berjuang padahal melakukan hal bodoh. Mengapa perbedaan itu penting? Jawabannya adalah karena semua sudah diciptakan-Nya dengan berbeda. Coba bayangkan jari yang dimiliki manusia jempol semua, apakah hal itu lebih baik? Atau jika seorang Pablo Pocasso melukis dengan satu warna, apa bedanya dengan gambar yang dilakukan balita dengan satu warna? Intinya adalah untuk apa mengusahakan semua menjadi sama padahal ketika kita semua berbeda kita bisa menjadi hebat.

Perbedaan itu pemberian-Nya, dengan perbedaan-perbedaan yang ada banyak hal menjadi hebat, jari yang lima yang berbeda dengan koordinasi yang tepat, banyak hal baik dapat dilakukan bahkan dapat menciptakan karya-karya luar biasa. Hal utama dalam perbedaan adalah membuat perbedaan tersebut menjadi harmonis, tidak saling mengganggu, dan tidak memaksakan “warnanya” kepada “warna” lain. Atau seperti yang sudah disampaikan pendiri bangsa ini yaitu “Bhinneka Tunggal Ika“. Dalam perbedaan kita sebarkan cinta untuk dunia yang lebih baik. Love for All Hatred for None.