Lulus “Akademi” Contact Center PLN 123


Jangan mengira PLN punya sekolah tandingan STT-PLN!!! Kata “akademi” hanya istilah bagi saya yang telah belajar banyak hal di PLN 123, mulai dari pembanguan hingga operasi pintu pelayanan tersebut. Saat ini saya sudah lulus dari PLN 123, yang artinya saya sudah tidak bertugas lagi dengan hal-hal yang berkaitan dengan PLN 123 karena penugasan dari manajemen yang diberikan kepada saya untuk menjalankan tugas di anak perusahaan. Banyak hal telah saya pelajari dari PLN 123, pahit, manis, asam, asin, kecut, dan rasa lainnya sudah saya rasakan selama di PLN 123 kurang lebih selama 4 tahun. Dan sekarang saatnya saya berbagi kepada pembaca pengalaman saya tersebut.

Bingung apa itu PLN 123? tidak perlu bingung, gundah gulana apalagi galau, karena PLN 123 adalah media yang digunakan PT PLN (Persero) untuk memberi pelayanan kepada masyarakat dan pelanggannya. Angka 123 diambil dari nomor akses teleponi untuk mendapatkan layanan PLN, yaitu 123 dari PSTN atau kode area+123 dari telepon seluler. Pada awalnya PLN 123 tersebar di beberapa lokasi di Indonesia dan bukan contact center yang dikenal seperti saat ini. Dahulu PLN 123 ada yang disebut dengan Pusat Pelayanan Gangguan(PPG) ada juga yang menyebut call center, dan lainnya yang intinya ketika lampu mati telepon nomor tersebut untuk mengadukan gangguan yang terjadi.

Pada awal tahun 2010, saya baru masuk di PLN dan langsung ditugaskan untuk membantu membangun call center tersebut yang beroperasi untuk wilayah pelayanan PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (PLN DJBB). Dibangun dari 0, ditambah pengetahuan saya yang sangat minim di dunia call center merupakan perjuangan yang cukup keras untuk belajar dan mengimplementasikannya, hingga akhirnya call center PLN DJBB terbangun dan dapat melayani pelanggan PLN di Jawa Barat dan Banten.

2012 bulan Maret dimutasi ke PLN Pusat untuk tugas yang serupa tapi tak sama, yaitu membangun contact center namun kali ini cakupannya adalah nasional. Disini pembelajaran lainnya dimulai, yang ketika di PLN DJBB saya hanya dominan di pekerjaan pelaksanaan, kali ini saya berkenalan dengan kontrak serta administrasi lainnya tanpa mengurangi pada sisi pelaksanaan. Dengan berbekal tanya sana-sini kepada senior-senior dan baca sana-sini, akhirnya PLN 123 nasional berhasil dibangun. Pekerjaan tim yang luar biasa dengan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran bahkan emosi akhirnya PLN 123 dapat melayani pelanggan PLN secara nasional walau sampai dengan saat ini masih banyak catatan untuk meningkatkan kualitas layanan di PLN 123.

Dan akhirnya di awal tahun 2014, saya harus meninggalkan PLN 123 untuk melanjutkan tugas di anak perusahaan. Sukses selalu untuk PLN 123 dalam melayani masyarakat Indonesia khususnya pelanggan PLN. Hal-hal tentang PLN 123 atau contact center, tunggu saja di tulisan saya selanjutnya.