Teknologi Bukanlah Solusi Segala Permasalahan


sumber: shutterstock

Ada yang sepakat dan sepertinya banyak yang tidak setuju, terutama orang-orang teknologi (baca: TI). Namun pada tulisan kali ini saya ingin memberi pandangan saya dimana pada pengalaman saya bekerja dan berinteraksi di industri masih banyak anggapan teknologi layaknya Dewa yang bisa menjadi solusi semua permasalahan. Dampak dari pandangan tersebut menyebabkan orang-orang yang berkecimpung di dunia teknologi “dianggap” memiliki kemampuan seperti “Dewa” yang bisa melakukan semua hal. Namun yang sangat disayangkan adalah ketika terdapat yang “dianggap” memiliki kemampuan Dewa tersebut, di Indonesia (saya belum tau bagaimana di negara lain), penghargaan yang diberikan masih-masih sangat minimim.

Selain permasalahan pada personel, di industri muncul pemikiran semua hal khususnya terkait dengan efensiensi dan efektifitas solusinya adalah teknologi, dan menurut saya pemikiran tersebut merupakan kesalahan yang sangat besar. Setiap solusi pasti memiliki konsekuensi yang mengiringinya begitu pula pada keputusan menggunakan teknologi sebagai solusi dari permasalahan di industri. Konsekuensi tersebut sangat erat kaitannya dengan sumber daya yang dimiliki oleh organisasi, baik sumber daya manusia, finansial, kapasitas organisasi dan sebagainya. Penggunaan teknologi sebagai solusi di organisasi juga harus memikirkan keberlangsungan teknologi tersebut baik jangka panjang ataupun jangka pendek. Konsekuensi inilah yang seringkali terlupakan oleh pengambil keputusan ketika memutuskan untuk  menimplementasikan teknologi sebagai solusi.

Sebagai pintu keluar pada kondisi ini, perlu adanya perubahan pola pikir dalam organisasi dimana tiap keputusan harus berdasarkan kajian yang valid termasuk mengambil keputusan bahwa teknologi sebagai solusi. Melakukan perbandingan pro-kontra antara penggunaan teknologi sebagai solusi merupakan salah satu cara untuk menimbang apakah penggunaan teknologi merupakan solusi yang tepat atau bukan. Hal yang harus dihindari dalam memutuskan suatu solusi yaitu jangan sampai perubahan besar terjadi pada organisasi dikarenakan penggunaan teknologi, namun dampak yang perbaikan yang dihasilkan hanya sebagian kecil, atau dengan kata lain “membunuh Tikus menggunakan Bon Nuklir”.

Setuju atau tidak dengan pendapat saya ada di keputusan pembaca masing-masing, mari kita berdiskusi.