Hormat? Diminta atau Diberi?


Sudah hampir satu minggu bulan puasa dilalui tapi ternyata di seminggu awal bulan Ramadan yang suci ini sudah dikotori (red: pendapat pribadi) oleh perilaku oknum pemerintah (beneran lho ini pemerintah yang melakukan). Mungkin sudah banyak yang mengomentari hal ini bahkan sudah ada meme-nya, tetapi sebelum lebih jauh saya tulis pendapat saya, mari kita saksikan videonya terlebih dahulu.

Pertanyaan paling mendasar dari razia itu adalah mengapa harus tutup di siang hari ketika bulan Ramadan? Karena harus menghormati orang yang berpuasa? Ooohh nanti dulu… sesuai judul tulisan saya, penghormatan atau rasa hormat itu diberikan atau diminta?

Sudah tahun 2016, sudah semakin tua negara Indonesia tercinta tetapi hal seperti ini masih terjadi. Mungkin mereka yang merazia atau membuat kebijakan pelarangan tersebut sudah lupa pelajaran PMP/PPKn sewaktu di masa SD karena sekarang kurikulumnya sudah berubah? Saya secara pribadi tidak pernah setuju dengan menutup bahkan sampai merazia rumah makan yang buka di siang hari pada bulan Ramadan, karena apa saya tidak setuju?

  1. Ibadah puasa urusannya dengan Sang Pencipta, bukan dengan manusia jadi kalo merasa terganggu dengan rumah makan yang buka di siang hari, itu memang dasarnya saja niat puasa hanya sebatas “agar dilihat manusia sedang berpuasa”.
  2. Rasa hormat itu adalah suatu hal yang diberikan orang lain kepada seseorang, bukan hal yang diminta dan tidak ada alasan yang kuat untuk minta dihormati ketika beribadah.
  3. Ibadah itu hubungannya dengan Sang Pencipta, dan seharusnya ibadah itu tidak melanggar hak orang lain. Dalam bermasyarakat banyak orang lain yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan, bisa karena mereka non-muslim, sedang sakit, sedang dalam perjalanan jauh atau sedang kedatangan “tamu” bagi wanita. Jadi ibadah semacam apa yang melanggar hak orang lain????

Andai saya yang jadi presiden Indonesia (ngarep) pimpinan-pimpinan daerah yang membuat aturan menutup tempat makan di siang hari di bulan Ramadan sudah pasti saya pecat dengan tidak hormat karena telah membuat peraturan memalukan.

Jadi kesimpulannya, puasa adalah ibadah, ibadah adalah hubungannya dengan Sang Pencipta, berhubungan dengan Sang Pencipta tidak boleh melanggar hak orang lain.

Mungkin itu sedikit tulisan saya di awal kembali menulis di Blog ini yang sudah hibernasi hampir 1 tahun. mudah-mudahan akan semakin banyak catatan-catatan saya yang bisa saya bagi-bagikan disini.

Selamat berpuasa bagi yang berpuasa di bulan Ramadan ini, jangan kotori bulan suci ini dengan ego pribadi sedang berpuasa sehingga melanggar hak-hak orang lain.

p.s. silahkan tulis komentar jika ingin berdiskusi lebih lanjut atau tidak sependapat dengan saya