Politik Sampah Jakarta


Lama tidak menulis di blog ini tapi karena suasana makin kusut tidak karuan, memancing saya harus menulis sesuatu terhadap kondisi di Jakarta yang semakin tidak karuan. Mungkin bahasa yang saya gunakan menurut sebagian orang berlebihan tapi itulah pandangan saya terhadap Politik yang terjadi di Jakarta, dan (kemungkinan) akan terus berlanjut sampai putaran ke-2 Pilkada Jakarta. Jujur sebenarnya saya tidak mau bahas politik, tapi karena semakin ramai tidak jelas, saya merasa harus berkomentar melalui blog saya ini.

Saya buat judul politik sampah Jakarta karena kondisi yang terjadi saat ini sudah sangat menjijikan hanya karena perebutan kekuasaan politik oleh pihak-pihak tertentu. Keributan terjadi di sosial media dan di dunia nyata untuk hal-hal yang tidak jelas. Iya saya tekankan lagi TIDAK JELAS!!!! karena apa??? Karena tidak ada jaminan 100% bahwa program-program yang diusung semua pasangan calon gubernur akan  terimplementasi 100% dan sukses 100% ketika mereka jadi gubernur dan wakil gubernur. Saya akan jabarkan kenapa seperti itu untuk contoh program paslon no.2 Ahok-Djarot dan no. 3 Anis-Sandi.

Program kerja Ahok-Djarot normalisasi sungai untuk mencegah banjir. Saat ini sudah berjalan tapi belum 100% dan yang pasti banjir pun masih terjadi di Jakarta, itulah faktanya. Hal ini bukan karena salah diprogramnya tapi masih kurangnya kontribusi masyarakat dalam penanggulangan banjir. Coba tanya diri masing-masing, sudah beri kontribusi apa terhadap penanggulangan banjir?

Program kerja Anis-Sandi OKE OCE (One KEcamatan-One CEnter), atau bahasa gampangnya dibangun satu pusat wirausaha disetiap kecamatan. Saat ini sudah cukup banyak komunitas-komunitas wirausaha, informasinya pun juga sudah cukup masif mengenai komunitas wirausaha, tapi apakah pertumbuhan pengusaha di Indonesia khususnya Jakarta berjalan cepat? Tidak juga, karena dibutuhkan kontribusi dari masyarakat yang berkeinginan untuk berwirausaha dan perjuangan menjadi pengusaha tidaklah mudah (kecuali kalau anda adalah anak dari pengusaha yang sudah sukses.. itu lain cerita)

Jadi dari sedikit contoh tersebut, kunci keberhasilan dari program kerja bukan dari siapa yang mencetuskan ide tapi kembali masyarakat yang menentukan keberhasilan program kerja tersebut. Lalu kalau yang mensukseskan masyarakat juga, kenapa kalian sekarang ribut-ribut? Inilah yang saya sebut keributan “TIDAK JELAS”.

Keributan yang tidak jelas ini sudah memecah belah warga Jakarta, kebencian semakin disebarkan, mencari-cari kesalahan pihak yang berseberangan bahkan sampai membawa-bawa isu agama untuk dijadikan kendaraan politik. Kurang menjijikan apa lagi politik Jakarta ini sampai membawa-bawa hal yang sakral untuk naik ke posisi gubernur? Jika ada anda merasa ini masalah agama dan tidak ada hubungan dengan politik sampah ini, ada 2 penjelasan:

  1. Anda berbohong
  2. Anda telah ditipu oleh orang-orang Politik dengan berkedok Agama.

    Selamat anda telah menjadi salah satu atau keduanya“.

Sudahlah… hentikan pertikaian politik sampah ini, mari kita kembali menyambung silaturahmi walau berbeda pemikiran. Yang sudah delcon, remove friend, dll di sosial media, invite kembali teman-teman itu karena setelah Pilkada ini selesai, kita tetaplah kita menjadi apa yang ada sekarang dan melanjutkan cita-cita masing-masing (kecuali anda sudah ada perjanjian sama si calon gubernur.. yaa nepotisme lagi.. ujung-ujungnya korupsi deh). Hentikan menyebarkan kebencian, hentikan menyebarkan kesalahan orang lain, hentikan menyebarkan aib orang lain, sebarkan kebaikan, sebarkan cinta, sebarkan kedamaian di dunia. Cintailah semua tanpa harus membenci.

Untuk siapa yang akan menjabat gubernur Jakarta, mari sama-sama kita berdoa kepada Tuhan YME untuk dipilihkan gubernur yang terbaik bagi Jakarta sesuai dengan kehendakNya, dengan kuasaNya. Ketika Tuhan berkehendak, maka tidak ada daya upaya manusia yang dapat mencegahnya. Mungkin akan banyak orang bilang keimanan saya lemah karena hanya berdoa saja. Silahkan saya berpendapat demikian, namun keimanan saya mengajarkan bahwa saya adalah makhluk lemah dan upaya yang saya lakukan adalah tidak menyebarkan kebencian dan saya berdoa untuk dipilihkan gubernur Jakarta yang terbaik bagi seluruh masyarakat Jakarta. Aamiin.

– haidarahmad . 2017-

Iklan