AADH (Ada Apa Dengan Hukum) Indonesia???


Tanggal 9 Mei 2017, mungkin akan dicatat sejarah sebagai hari dimana hukum Indonesia kembali tidak dapat ditegakkan. Ingat beberapa waktu lalu kasus pembunuhan warga Ahmadiyah di Cikeusik di tahun 2011, pelaku hanya dihukum 3-6 bulan…?? Luar biasa bukan, para pembunuh yang melakukan pembunuhan secara terencana hanya di hukum sangat ringan. Sekarang kembali kejadian hukum dijalankan “by order” seorang Ahok yang tidak bersalah atas tuduhan penistaan agama dihukum 2 tahun penjara. Iya, saya meakini Ahok tidak bersalah atas penistaan agama dan begitu pula tuntutan Jaksa Penuntu Umum yang tidak menuntut Ahok dengan penistaan agama. Namun Hakim tetap mengambil putusan bahwa Ahok menistakan agama. Beberapa kali saya menonton pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang menjadi permasalahan itu, tetap kesimpulan saya tidak ada unsur Ahok menistakan agama Islam. Saya tidak mau berdebat di sosial media mengapa saya menyakini Ahok tidak bersalah, namun jika ada pembaca yang ingin tahu penjelasannya mari kita face-to-face dan saya akan jelaskan.

images201_zpssfkbxwiw
Sepertinya permasalahannya adalah Ada Apa Dengan Hukum Indonesia?? Apakah karena “orderan” orang yang berteriak lantang maka hukum tunduk kepada teriakan itu? Klo begitu janganlah Indonesia jadi negara hukum, jadilah negara rimba di mana siapa yang berteriak lantang maka hukum akan tunduk kepadanya. Ahok cuma salah satu korban buruknya Hukum di Indonesia tinggal menunggu waktu siapa yang menjadi korban Hukum busuk selanjutnya?

– haidarahmad . 2017-

Iklan